Gallery

Day 2 : Memoirs

Topik kedua : Six words of memoir!

Terima kasih lagi Mba Yo karena telah memberikan penjelasan yang mudah dimengerti mengenai memoir. Baru tau juga setelah baca gambar itu.

Dari beberapa penjelasan yang ada, saya jadikan yang ini sebagai patokan : A story about events that are important to the writer. Kejadian penting yang pastinya tidak terlupakan, baik yang sedih, senang, mengejutkan, dan lain-lain.

Kalau saya :

  • Terima kiriman pos travel guide New York
  • Waktu mutusin balik kampung tahun 2013
  • Lambaian tangan Bapak sambil nonton televisi
  • Dapat telepon Bapak berpulang dalam tidur

Sekian. 🙂 

Gallery

Ikutan Ah!

Mengikuti langkah banyak teman-teman di timeline wordpress (khususnya Dita dan Mba Yo), muncullah niat mengikuti 15 days writing challenge juga.

Topik pertama ini menarik : 15 fun facts. Dari kemarin mikir-mikir, fun fact gue apa ya?  Soalnya yang ada malah keselip aja terus itu yang berhawa galau, nyebelin, dan fakta tentang diri sendiri yang nggak fun sama sekali. Haha. Anyway, ini jadi pengingat juga sih kalau life should be this simple, as simple as when you’ve successfully listed down the fun version of you. And here we go!

  1. Suka makan, apalagi ngemil. Karena itulah, saya membatasi persediaan ransum di tempat tinggal, untuk menghindari ngemil berlebihan. Pernah beli macem-macem snack untuk (ceritanya) weekend. Yang ada malah abis dalam 3 jam.
  2. Selalu berniat menabung. Niat sudah ditanamkan sejak tahun 2006. Sayangnya belum berhasil sampai tahun 2017. =/.
  3. Suka makan nasi campur, nasi goreng, bakso, dan kuetiau. Pernah dipanggil “miss kuetiau” waktu jaman SMP.
  4. Suka matching-in warna jam tangan dan sepatu / tas, walau koleksinya itu-itu aja.
  5. Pecinta Carrie Bradshaw. Dulu sampai pasang fotonya di wallpaper Blackberry dan profile BBM. Dulu kalau galau, nontonnya SATC.  Yang kenalin film ini waktu jaman kuliah, cowok anyway (kadang masih takjub waktu sadar film ini kenalin cowok. Haha).
  6. Bisa menggoreskan eyeliner dalam 2 kali gores, kurang dari 15 detik. Terima kasih untuk temen yang dulu menginspirasi untuk memakai eyeliner.
  7. Merasa nggak cocok pakai lipstik. Berasa kayak drag queen tiap kali menghias bibir, walau lately mulai suka liat-liat lipstik. Tapi, tetap aja warnanya kalau bisa jangan yang keliatan. 😀
  8. Mengamalkan lagu : bangun tidur ‘ku terus mandi. Betul-betul demikian setiap hari, bahkan weekend. Sesekali aja ada selingan setelah bangun dan sebelum mandi.
  9. Ikutan berkaca-kaca waktu baca berita Chris Martin dan Gwyneth Paltrow cerai – penting banget, Pin.
  10. Waktu jaman SD, pernah beli sendal spice girl yang kalau jaman sekarang disebut…. apa ya? Yang tingginya sama dari depan sampai belakang itu loh? Kayaknya mode pakaian saya jaman SD – SMP emang salah banget kalau direnungi saat ini. Haha!
  11. Mantan penari : pom-pom, cheerleader, hip hop, Melayu, Betawi. Ah beberapa kali main teater juga.
  12. Pernah main angklung, as in pentas di panggung. Pemain lainnya : ibu-ibu pakai atasan kebaya + sarung + sepatu heels pendek. Saya : pakai atasan  kebaya + sarung  + sepatu hitam buat sekolah. Itu jaman SMP kayaknya. Oh iya, pakai sanggul juga loh itu. Kacau. Haha.
  13. Pernah menang juara 2 lomba gitar se-kecamatan pas jaman SMP. Gara-garanya, pesertanya cuma 3 orang, dan di babak berikutnya, yang datang cuma 2 orang. :D.
  14. Dulu anaknya gampang banget terharu / nangis. Sekarang, mendingan.
  15. Pengen banget bisa ke Korea Utara.

Kalau Mba Yo menargetkan ngepost 2 hari sekali, atau kak Arman udah ngebablas semua topiknya dalam satu kali tulis, kalau saya… yang penting :  menyelesaikan 15 topik ini tanpa bolong, dan tuntas!

Happy Sunday!

Masih Sama

Empat bulan lalu, jam segini, 23.08…

Saya baru tiba di rumah. Tergesa-gesa membuka gembok pagar, memasukkan motor ke balik pagar rumah. Kemudian, dengan sigap mengunci gembok pagar, lalu membuka kunci pintu. Dan, hop! Masuk ke dalam rumah.

Lepas helm. Lepas jaket. Nyalain lampu. Set! Naik ke lantai dua, mengunci diri di kamar.

Mandi adalah kegiatan pertama setelah di kamar. 20 menit sesudahnya, saya sudah berbaring santai di atas tempat tidur, dengan lampu yang sudah tidak menyala, sembari menikmati program yang ditawarkan dari paket tv kabel termurah yang saya pilih. Terkadang, stasiun musik saya biarkan begitu saja, sembari asyik mengutak-atik ponsel saya.

Kalau tidak ada yang dibicarakan bersama kekasih, satu jam setelahnya, saya sudah tertidur. Oh yah, saya tertidur dengan sedikit kilas cahaya dari jalan yang menembus lewat gorden abu-abu di kamar saya.

Itu cerita empat bulan lalu.

Sekarang, saya berbaring di kasur juga. Tapi, lokasi terakhir yang saya kunjungi tadi bukan lapangan tempat saya bekerja empat bulan lalu. Saya baru tiba dari vihara.

Kamar saya juga bukan kamar empat bulan lalu yang saya harus tuju dengan naik ke lantai dua terlebih dahulu. Sekarang, tidak ada televisi tayangan dengan artis-artis berambut pirang di setiap jam. Yang ada hanya siaran televisi lokal yang masih bisa ditangkap oleh antena. Tidak ada lagi kekasih. Tidak ada pula cahaya, sebab posisi kamar saya ada di lantai satu, dengan atap yang tepat di depan kamar. Gang rumah saya gelap, bukan berseberangan dengan jalan layang seperti kamar saya empat bulan lalu.

*

“Waktu berjalan dan banyak hal berubah. Namun, hujan di Senayan tidak. Dan ialah yang menyadarkanku akan hal-hal yang tak lagi sama.”

Itu kalimat yang saya kutip dari tulisan teman saya, Gadi, teman asal Malang yang saya kenal di Senayan, mungkin sembilan bulan lalu, saat saya masih dibayar dari tulisan. Membaca kalimatnya, entah kenapa, saya merasa lega, bahagia.

Perasaan saya yang kerap bergejolak satu bulan ini seketika diselipi ketenangan menemukan tulisannya. Dia masih Gadi yang sama. Yang suka dengan hal detil, akrab dengan ketenangan, kesunyian, dan hidup dengan pemikiran yang sangat mendalam akan hal-hal yang seringkali saya abaikan begitu saja.

Seakan saya menemukan sesuatu yang berbisik kepada saya bahwa masih ada yang sama seperti empat bulan lalu. Teman-teman saya masih belum berubah. Mereka mungkin menjalankan kehidupan yang berbeda seperti empat bulan lalu, tapi bagaimana adanya mereka, saya yakin, masih sama. Senang bisa menyadarinya.

Paling tidak, saya tahu harus ke mana jika saya merindukan cerita empat bulan lalu.

Hujan di Senayan tidak. Ialah yang menyadarkanku bahwa ada hal yang masih sama. – pinjam ya, Gad. 🙂 *saya rindu Senayan*

Aside

Life Been Missed

Hello, it has been almost two weeks I started my new life back in hometown. I can not lie to you that I didn’t missed my previous life, especially two years back that I I’ve spent being a newspaper journalist.

Back in 2011, I started my job as a reporter for national newspaper in Jakarta. I have worked for three departments. It was weekend, sports, and Jakarta issues (Jakarta’s government policy, society, and crimes). Three of them left sweet memories for me, including the stories and friends for sure. 🙂 

The pictures below was randomly chose from many of my great experiences during the duty. These pictures kept all the memories during my work. Going here and there, chasing figure, travelling to some cities in Indonesia. All gonna kept well in my mind, for sure. It’s the most easiest thing to do now, since two years back was one of my precious moment in life. Here are some pictures!

Pembangkit Listrik Tenaga Uap, near Bandung (forgot the exact name), 2011 

2011, Oktober

Aceh, Juli 2012

2012, Aceh, 19-23 Juli  (3)

2012, Aceh, 19-23 Juli  (8)

2012, Aceh, 19-23 Juli  (6)

2012, Aceh, 19-23 Juli  (2)

2012, Bali 25-27 Juli (6)

Ternate, April 2012

2012, Ternate, 19-21 April (3)

2012, Ternate, 19-21 April (2) 2012, Ternate, 19-21 April (5) 2012, Ternate, 19-21 April (6) 2012, Ternate, 19-21 April (4) 2012, Aceh, 19-23 Juli  (5)

Badminton Superliga Championship, Surabaya, Februari 2013

2013, Surabaya, Februari 2013, Surabaya, Februari  (5) 2013, Surabaya, Februari  (14)

With the… stars? 🙂

 2011, Oktober (2)2012, November2012, Oktober2012, Bali 25-27 Juli (2)

I’ve separated those pictures a month ago. Too bad, I should postpone to publish it because of no internet connection in town. But, don’t worry. Now I have the internet plugged at my house. So, hopefully I can regularly post a blog from now on. 🙂