Sensasi Beli-Beli Online

Saya jarang sih belanja online. Sejauh yang bisa diingat, barang-barang yang pernah saya beli via internet hanya : baju, sepatu, tas, sprei, mouse, headset, dompet, dan buku.

Nah, belakangan saya ketemu dengan penjual buku online dengan harga yang cukup jauh di bawah harga pasaran. Berhubung sempat ketemu dengan pemilik toko bukunya, saya pun mendapatkan informasi lebih tentang mengapa buku bisa dijual dengan harga terbilang hemat. Padahal, di belakang tertempel label toko-toko buku bertitel Jepang itu. Alasannya, karena ada buku (kebetulan yang saya beli) yang sudah ditarik dari gudang karena sudah stok lama. Makanya harga buku jadi lebih murah. Senang!¬†Yang terakhir ini lumayan bikin ketagihan. Akhirnya beli dari sana terus, lagi, dan lagi. ūüėĬ†

Kembali ke topik beli-beli online, rupanya memang ada sensasi lucu yang muncul saat belanja tanpa proses serah terima uang dan barang seperti waktu dulu.

Cukup duduk manis di rumah atau di kantor,
Pilih barangnya, bayar, dan cukup bermodalkan laptop / HP / token, barang pun terbeli.

Sensasi terbesar, tentu saja datang saat barang tiba di kediaman kita!

Buku yang saya beli terakhir, terpaksa saya tunggu hampir 4 minggu karena si penjual belum menemukan si buku yang ternyata tak tersedia lagi di gudang.

Berbekal kesabaran, pagi ini, saya menerima email kalau buku sudah tiba di tempat saya. Wih, seneng bener rasanya waktu terima pesan kalau buku sudah tiba. Hati langsung nggak sabar pengen pulang buat ketemu si buku.

Aneh sih memang sensasinya. Tapi, agaknya dengan ini saya mulai mengerti mengapa banyak pecinta belanja yang akhirnya ketagihan dengan jalur online. Selain kemudahan berbelanja di mana saja, momen ketika barang yang tadinya hanya bisa dibayangkan atau dikira-kira akhirnya bisa kita pegang dan rasakan itu, memang sangat menyenangkan.

Gimana sih rasanya saat penantian berakhir? Gitu deh kira-kira sensasinya.

Selamat malam! 

Advertisements

Pagi Ini (Jilid 2)

Jilid satunya di sini

Untuk mengusir rasa ngantuk pas naik ojek, saya suka ngobrol dengan si abang ojek. Yang paling sering saya tanyakan sih seputar kerjaan, berapa lama jadi ojek, atau berapa order yang diterima per hari. Cerita mereka unik-unik, lumayan bikin saya yang suka ketiduran di atas motor ini, melek.

Pernah satu kali, ada abang ojek yang pernah kerja di kargo pesawat Garuda. Saya lupa kerjaan rincinya apa. Cuma, berhubung tempat kerja abang itu di Cengkareng dan rumahnya jauh sekali dari bandara, si abang pun berhenti kerja, dan beralih menjadi supir ojek.

Empat bulan lalu, saya ketemu abang ojek yang lulusan IT. Pekerjaan si abang adalah¬†sebagai teknisi di toko komputer daerah Harco. Ojek ini kerja sampingannya. Saat itu, abang ojek lagi ngambil ijin seminggu karena waktu itu perusahaan ojek tempat dia bekerja akan menerapkan kebijakan baru bagi setiap supir ojek¬†dimana ojek harus fulltime, nggak boleh parttime lagi. Jadi, 1 minggu itu masa tesnya dia. Kalau oke, si abang pindah kerja dari teknisi jadi tukang ojek. Emangnya gaji di ojek lebih gede daripada jadi teknisi, Pak? “Iya, Mbak. Makanya mendingan ojek aja”.¬†

Tadi pagi, abang ojek yang saya dapat mengantar saya dengan rute yang tidak biasa saya lewati. Keliatan kalau si abang ini menguasai banget rute yang dilewati. “Saya orang jalanan, Mbak”, kata abang waktu saya tanya kok tahu banget jalanan. Ternyata, abang kerja di perusahaan periklanan sebagai pemasang baliho dan umbul-umbul yang sering kita lihat di jalan. Abang cerita sambil nunjuk baliho besar yang terpasang diperempatan. “Manjat-manjat dong, Pak?”.¬†Saya penasaran. “Iya”.¬†Saya sih langsung bayangin aksi heroik si abang waktu manjat-manjat pasang baliho setinggi belasan meter itu.

sepatu-safety-11.jpg
Begini sepatu yang dipake si abang

Selain cerita kerjaan, saya pernah juga dapat abang ojek yang bawa motor RX King yang begitu kinclong. Meskipun malem, kelihatan banget kalau motor si abang ini sangat¬†terawat. Cerita punya cerita, motor abang ini udah dari tahun 90-an dan memang dijaga dengan baik. “Pernah ada yang nawar 15 juta tapi saya nggak mau lepas”.

Tadi malam, saya naik ojek setelah hujan reda. Saya bilang ke si abang, “Untung¬†udah reda¬†ya, Pak”.¬†Si abang menjawab, “Iya, Mbak. Jangan hujan. Kalau hujan, nanti ojeknya nggak dapat order. Penumpang juga kasian, kehujanan”.¬†

Tuh baik¬†‘kan, si abang ojek? Coba deh ajak ngobrol juga kalau jalanan pas lagi senggang atau lancar. Jangan pas lagi macet-macetnya. Nanti si abang nggak konsen. ¬†=)

***

Cheers to a new year and another chance for us to get it right – Oprah Winfrey

Selamat Tahun Baru!

Pagi Ini

Beberapa penemuan yang bikin senyum pagi ini.

Oase di Palmerah

Ada rumah minimalis di daerah Palmerah. Lebarnya  cuman 2-3 m dari depan. Di tingkat dua, ada tempat persembahan khas warga Bali. Setelah dicari di Google, namanya adalah Sanggah yang berarti tempat suci. Di tengah Palmerah yang macetnya seperti itu, ngelihat begituan ternyata bisa bikin adem.

temple-254073_1280.jpg
Sumber : Pixabay
Kantong mata

Seorang ibu berusia kira-kira  50an akhir tampak menyeberang di bawah kolong jembatan Tomang. Kantong mata si Ibu tebal. Langsung ingat mantan presiden kita.

Papa Kilo

Ketemu mobil Freed putih dengan tempelan sticker “Boeing – Papa Kilo – Indonesian Pilot“, ditulis tiga baris ke bawah. Dari kata yang dipake, mungkin si empunya mobil ingin menyampaikan sesuatu yang berhubungan dengan pilot. Mungkin salah satu anggota keluarga / pemilik mobil bergabung dengan sekolah pilot-pilotan. Atau udah jadi pilot. Yang jadi pertanyaan cuman, kenapa “Papa Kilo”, yang adalah kepanjangan dari PK. Apa itu semacam kode?

No Lard

Belajar kosakata baru. “No Pork, No Lard“, pas ngelewatin salah satu cafe. Dari kamus, Lard ini diterjemahkan jadi “fat from the abdomen of a pig that is rendered and clarified for use in cooking”. Lemak, ya?

Senam Kesehatan Jiwa

Jumat kayaknya harinya apel pagi. Sepanjang perjalanan ke kantor, ada apel di 4 tempat. RS Harapan Kita, Pengadilan Negeri Jakarta Barat, kantor Telkom, dan (kalau nggak salah) kantor Kejaksaan Negeri. Yang kece sih tempat terakhir. Sementara 3 tempat melakukan SKJ dengan lagu-lagu disko jaman 60-an, tempat terakhir pakai lagu Sam Smith – I’m Not the Only One yang dimainkan dengan volume sekencang konser mini.

Mungkin, selain menguatkan jasmani, SKJ juga berguna untuk menguatkan jiwa, atau rohani.

20120316160312135225_senam_massal.jpg
Sumber : Antara Medan
Selamat Jumat!

H-12 jelang 2016.

 

We Found Love in Whatsapp

* By whatsapp here, I am referring any messenger apps you have in phone, or any platform you have for messaging feature. 

Kemarin, pas perjalanan pulang, sambil macet-macetan, tak sengaja saya mengintip ke salah satu mobil. Pengemudinya, mas-mas, lagi asyik chatting di whatsapp. Kok bisa tau? Tentu! Pertama, layar HPnya terang. Background whatsappnya hitam, lalu kotak-kotak chatnya warna putih. Pantulan cahaya handphone mengenai wajah si mas-mas, yang gue perhatikan, tersenyum-senyum senang sambil asik ngetik.

Pasti banyak yang pernah gitu kan? Chatting-an di HP sama temen, gebetan, pacar, orang tua, lalu senyam senyum sendiri. Obrolannya bisa macem-macem. Ngegosipin temen, ngomongin galau, cerita-cerita baper. Intinya, kalau udah chat dengan topik asik dan si teman chat membalas dengan responsif, terjadilah senyum dan cekikikan tadi. Seru sih, tapi…

Tapi, meskipun asik atau bahagia banget chatting-an di whatsapp atau aplikasi apapun, tetap lebih asik ngobrol langsung. Muka tatap muka. Mata ketemu mata.

Jadi, kalau memang bisa, usahakan ngobrol langsung. Tapi kalau kepepet ya nggak papa. Jangan sampai aja, kamu lebih senang atau nyaman ngobrol sama layar hape, daripada ngobrol sama manusia.

talking-mats-who-we-are

Selamat akhir pekan! Selamat Halloween!

ūüôā

Refreshing

Bukan…

Ini bukan tulisan tentang rencana liburan. Ini cuma sedikit cerita tentang akal-akalan saya mencari tempat menyegarkan pikiran, di tengah-tengah kesibukan. ūüôā

Dua minggu terakhir, saya menghabiskan hari-hari dengan dengan berbagai macam kesibukan. Mulai dari ujian di tempat kursus, pekerjaan yang mulai bertambah, dan kegiatan vihara.¬†Berhubung ada kegiatan nasional yang akan diselenggarakan 3 bulan lagi, maka, kami, yang berada¬†di daerah pun ketimpaan¬†‘rejeki’ untuk ikut sibuk. Nah, di situlah malam demi malam saya habiskan selama beberapa minggu belakangan. Oh yah, belum lagi menunaikan kewajiban saya sebagai anak satu-satunya di rumah. Saya berkewajiban mengantar ayah dan ibu, menemani mereka ke tempat kerabatnya, dan lain-lain.

Bagi saya, kesibukan kali ini adalah berkah.
Pertama, saya tidak perlu bingung harus menghabiskan malam di mana (pahamilah, Pontianak tidak punya banyak tempat hiburan).
Kedua, saya tidak perlu mengalami kesulitan tidur karena setiap kali saya membaringkan diri di kasur, saya selalu tertidur dengan mudahnya.
Ketiga, saya bisa mengalihkan pikiran saya dari hal-hal yang tidak perlu dipikirkan, contoh… Anda tahu apa. Haha!

Berkat sibuk, saya semakin lihai melihat setiap cela waktu untuk¬†refreshing¬†sejenak. ¬†Di antaranya…

Di kamar mandi

Pernahkah kalian mengalami betapa nikmatnya momen di kamar mandi? Yah, hanya perlu duduk, diam, melamun, kalau lagi rajin sambil baca buku, dengar lagu. Tidak ada yang berani mengganggu.

Di ruang tunggu

Kembali pada kewajiban saya sebagai seorang anak. Punya orang tua yang berusia lebih dari setengah abad membuat saya akrab dengan dokter dan apotek. Untuk satu dan lain hal, minimal 2 kali seminggu, saya pasti mengantar entah ayah atau ibu saya untuk bertemu dengan dokter. Nah, menit-menit di ruang tunggu sungguh menyenangkan. Saya bisa meregangkan kaki. Asyik bermain hape, sembari mengamati orang-orang di sekeliling.

Di jalan

Nyatanya, menggunakan kendaraan roda empat membuat saya bisa mencuri waktu untuk istirahat. Memang kadang tubuh agak letih karena harus konsentrasi mengemudi. TAPI, saya juga mendapatkan kenikmatan saat saya bisa bersandar dengan kursi empuk, disapu angin dingin dari AC, sembari mendengarkan radio atau lagu kesayangan. Nah, soal lagu ini juga jadi satu poin tersendiri.

Playlist kesayangan

Saya punya radio andalan di kota ini. Volare FM, radio yang sudah saya sebutkan berkali-kali di blog saya belakangan. Berkali-kali saya membuat kepingan CD yang berisi lagu-lagu yang saya dapatkan dari hasil mendengarikan Volare. Biasanya, begitu menangkap sinyal lagu asyik di radio, saya langsung mengambil telepon saya dan mengakses aplikasi¬†Soundhound.¬†Search lagunya, dan tada! Lagu pun tersimpan di¬†history.¬†Cara lain adalah, mengakses twitter saya dan melihat akun twitter radio tersebut yang menampilkan lagu-lagu yang sedang dimainkan. Tinggal tekan tombol¬†Favorite, maka lagu yang saya suka pun akan terekam. Sesudahnya….

Di kantor

Nah, di tempat ini, saya pun mencuri waktu untuk mengunduh lagu-lagu yang sudah saya temukan tadi, maaf saya ikut melakukan pembajakan. Biasanya, saya menyisihkan setengah jam terakhir sebelum pulang untuk mengunduh lagu. Kalau sedang sibuk, bisa saya lakukan sembari nge-print, mengetik, atau bosan. Kadang, di sisa jam makan siang saya. Setelah semua terkumpul, tinggal di-burn. Dan lagu baru pun siap dimainkan!

Di kamar

Beruntung sudah ada koneksi internet di rumah. Jadi, saya kerap mengunduh maaf saya kembali membajak film yang saya suka saat saya tiba di rumah. Saya tinggalkan hingga keesokan harinya (maklum, koneksi menengah ke bawah), dan saya tonton………. beberapa hari atau beberapa minggu atau beberapa bulan sesudahnya. Yang penting, saya senang saat saya tahu sudah banyak stok film di laptop saya. :D.

Di layar laptop

Ah apa lagi yang bisa membuat saya senang setiap harinya? Apa lagi kalau bukan bisa berselancar di internet. Mampir ke blog sana sini, melihat cerita si itu dan si anu, membaca berita, melihat posting berisi lelucon dari orang-orang kece, belum lagi kalau menemukan rekomendasi musik ataupun film yang seru dari internet. Sungguh menyenangkan!

Di kalender

Nah, melihat tanggal di saat kita akan merayakan kebahagiaan juga jadi salah satu media refreshing yang ampuh! Kalau lagi suntuk, saya suka melihat kalender di layar laptop, dan menghitung berapa lama lagi saya akan bersenang-senang. Saat ini, saya tak sabar menunggu bulan Mei. Menunggu tanggal liburan saya yang sesungguhnya!

Sudah!

Jadi, begitulah cara saya mencari penyegaran. Tentu, membuat tulisan ini adalah salah satunya. Senang rasanya bisa menuliskan hal-hal yang membuat saya senang. Mudah-mudahan, kalau saya sumpek, saya bisa baca tulisan ini lagi, dan kembali mengulang hal-hal yang bisa lakukan untuk membuat saya bahagia.

Have a happy weekend! =*

NGEBLOG