EF #2 – My Wildest Dream

Please accept my apology to skip EF#1. Last week was full of works after a week of absence. So, instead of rushing the post, I decided to skip it. Yet, I have thought of my word for 2015 after reading few members’ posts. I have already had the word in mind, I just have to write it soon. :).

Now, I am back to the topic.

Since I was in senior high school and started to participate in a youth organization, I feel so attached to the word called ‘Dream’. We were introduced to what dream is and how important it is. We talked about this for days and weeks. We looked for many ways to discover what our dream was.

Who knows that this five letters then has taken a big part in my life. Started from the university major I took, the job I applied, the persons I adore, the hobby I have, and even the life I currently (and want to) live in.

8 years ago, I dreamed of being a journalist. I dreamed of a moment when I could do the very challenging reports from the red zone areas. I dreamed of the moment when I could sit behind the news table and having my own prime time news program to inform the public the most update information. I dreamed of being a journalist who has a previllege to travel the world and has one on one interview with Time’s “People of the Year”, the world leaders, the famous movie stars, and takes a photograph with her idols as well. Throwing two birds with one stone, if you may say. I dreamed of having public to keep being informed with the educated information which my team had prepared with our highest respect to the thing called ‘journalism principles and ethics’. In short, I dreamed of many beautiful dreams about being a journalist.

However, life does not always go the way you want it to be. It might go the other way. And what I had to this dream happened in the same way. The dream faded away. There came a point when I thought that the dream is TOO much.

Two weeks ago, I saw¬†the post about BEC (Blog English Club), which is initiated by Mas Dani, Mas Ryan, and Mba Nita. Quoted one of the members, Mba Jo (if I am not mistaken), this group has been the biggest and most releasing news in the ‘blogsphere’, which I agreed. Moreover when the second topic of BEC (Blog English Club) was announced. The topic which, slowly but sure, has turned me on, especially with its word, ‘wildest’. You can be anything when somebody ask you to dream at your wildest imagination, aren’t you?

So, here I am tonight. Being called to have this wildest dream back on track. Being pushed to have the guts to write my wildest dream down. I once thought of posting my dream about dating Chris Martin. But, when I look back at the ‘wildest’ term, I could not help myself to choose my old dream.

Thank you BEC.
You have no idea how this topic has shined a light for my recent days. ūüôā

Advertisements

How Far Will You Go?

10380426_687011124706324_2065213044392793168_oHumans of New York

“If you could give one piece of advice to a large group of people? What would it be?”
“Follow your dreams.”
“Did you follow your dreams?”
“Well, I started as a copy boy for the Daily News, going to school at night. And eventually I became editor of the New York Times Magazine and wrote 12 bestselling books. So, yes.”

* Any kind of encouragement about dreams always works on me. And this one hit me a lot. 

Dari Harry Turun ke Hati

Sejujurnya saya belum pernah berkhayal untuk bisa mengunjungi Inggris, sampai saya mengenal Harry Potter.

***

Ya, perkenalan dengan Harry meninggalkan banyak cerita ‚Äėpertama‚Äô¬† bagi saya.

Untuk pertama kalinya, saya bisa membaca buku dengan tebal hampir 400 halaman, dalam waktu kurang dari satu bulan.
Untuk pertama kalinya, saya yang tidak pernah percaya dengan kekuatan lain (di luar kekuatan manusia), mulai berharap¬†‚Äúseandainya sihir itu ada‚Ķ‚ÄĚ.
Untuk pertama kalinya, saya¬†menaruh harapan¬†untuk mengunjungi Inggris, menjelajahi¬†Hogwarts, dan berdiri di depan peron 9¬ĺ.
Untuk pertama kalinya, saya mulai memimpikan Inggris.

Apa yang JK Rowling perbuat lewat tulisannya itu membuat saya, jatuh cinta.

***

Melihat kompetisi #InggrisGratis, mimpi kala itu¬†kembali menari-nari dalam ingatan. Tanpa perlu pikir panjang,¬†saya langsung¬†mengulik¬†cerita tentang Inggris, melirik sedikit sejarah, hingga dengan bahagianya¬†memikirkan ‘apa yang akan¬†saya lakukan¬†nanti di Inggris?’, lalu mulai menulis.¬†Siapa tahu, kali ini mimpi saya akan¬†*amin* terwujud.

Jalan-jalan ke Trafalgar Square

Trafalgar Square menyimpan cerita sejarah yang berhubungan dengan Trafalgar. Apa itu?

Sebelumnya, tempat ini bernama ‚ÄúKing William the Fourth‚Äôs Square‚ÄĚ. Kemudian, oleh arsitek dan saudagar tanah bernama George Ledwell Taylor, nama ini diganti menjadi Trafalgar Square¬†atau Monumen Trafalgar.¬†Monumen ini didirikan untuk mengenang kemenangan¬†Inggris atas Prancis dan Spanyol dalam Pertempuran¬†Trafalgar di Tanjung¬†Trafalgar, Cadiz, Spanyol, tahun 1805 silam. Lebih detil tentang perang, silakan baca di¬†sini aja.

TS bw

Gambar dari sini

Selain mengenang Pertempuran Trafalgar, jantung kota London ini juga menjadi pusat perayaan hari bersejarah lain di Inggris. Di antaranya, Victory of Europe Day, yang diperingati setiap tanggal 8 Mei. Pada tanggal tersebut, warga berkumpul untuk merayakan runtuhnya rezim Nazi sekaligus berakhirnya Perang Dunia II di Eropa, yang terjadi tahun 1945. Serunya lagi, kesempatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang temu para wisatawan dari seluruh dunia yang sedang berkunjung ke Inggris!

TS 3

Yang wajib dilihat di tempat ini tentu saja ikon dari Monumen Trafalgar. Bisa dilihat di bawah, air mancur rancangan Sir Edwin Lutyens tahun 1930, dengan latar belakang Tugu Nelson. Tugu yang didirikan tahun 1847 ini, bernilai 47 ribu poundsterling, dibangun sebagai penghormatan kepada pahlawan Perang Trafalgar, Laksamana Horation Nelson. 

tf

Gambar dari sini

Monumen Trafalgar juga jadi tempat kegiatan seni.

TS musik

TS show

Mirip-mirip Kota Tua-nya Jakarta nggak sih?

TF 1

Video mapping di Museum Fatahillah – Gambar dari sini

Ikutan tur Bowl of Chalk

‚ÄúPay what you want‚ÄĚ. Begitulah slogan Bowl of Chalk. Mari terjemahkan slogan tadi menjadi,¬†‚Äėbayar sesukamu‚Äô. Katanya, turis boleh membayar berapapun untuk mengikuti kegiatan ini. Soalnya, tujuan kegiatan ini memang untuk mengenalkan wisata di kota London.

Di situs Bowl of Chalk, kita akan menemukan jadwal mulai dari¬†tanggal, jam, hingga¬†lokasi titik temu untuk peserta. Setiap¬†hari Sabtu, rute yang ditempuh adalah Trafalgar Square menuju St. Paul‚Äôs, dan kembali lagi ke Trafalgar. Untuk hari Minggu, tur akan dilangsungkan di bagian timur kota London. Berarti bisa nih. Ke Trafalgarnya pas hari Sabtu aja, supaya bisa ikutan Bowl of Chalk. ūüėÄ

Columbia Road flower market

Kunjungan di timur kota London

Dari review yang saya baca di Trip Advisor, sebagian besar wisatawan merasa terkesan dengan tur Bowl of Chalk. Alasannya, jalan-jalan model begini seru karena peserta bisa singgah di berbagai sudut kota London, ditemani tour guide. bareng wisatawan berbagai negara, dan nggak perlu membayar mahal. Komplit!

Berdiri di King‚Äôs Cross dan Peron¬†9 ¬ĺ

King’s Cross Railway Station merupakan stasiun utama bagi warga¬†London yang berada di sebelah utara pusat kota London. Stasiun King‚Äôs Cross melayani warga dari 12 pemberhentian (platform).¬†Saking ‚Äėpusatnya‚Äô, BBC pernah menulis bahwa sekitar 150 ribu warga berlalu lalang di sini.

kc 3

Gambar dari sini

kc 2

Gambar dari sini

Sebagai stasiun utama,  Stasiun King’s Cross menghubungkan banyak titik. Di antaranya, sebelah timur Inggris, Yorkshire, Inggris sebelah timur laut, hingga sebelah utara dan timur kota Skotlandia. Kereta dari King’s Cross juga melewati kota Cambridge, Peterborough, York, Durham, Newcastle, Edinburgh, Glasgow, Dundee, Aberdeen hingga Inverness.

Sebagian besar area King’s Cross juga digunakan untuk menampilkan karya seni seniman setempat, di antaranya¬†living statue¬†dalam berbagai pose.

kc 7

Pose anti-mainstream

kc 4

Gambar dari sini

Nah,¬†ini agenda MAHA penting dan nggak boleh dilewatkan¬†di Stasiun King’s Cross. Apalagi kalau bukan pergi ke tempat¬†tujuan Harry setiap kali hendak pergi¬†ke¬†Hogwarts. Peron 9 ¬ĺ!

Supaya tampak lebih nyata, sebuah troli yang setengah bagiannya ‚Äėtertelan‚Äô dinding juga ditempatkan di bawah tulisan¬†PLATFORM¬†9 ¬ĺ.¬†Kalau bisa mampir ke sana, tentu saya akan menjadi satu di antara sekian ribu orang yang tidak akan melewatkan spot yang satu ini untuk berfoto! Mungkin dengan pose begini.

Platform 9 3/4, King's Cross, London

Gambar dari sini

DAN, kalau¬†sudah nyampe¬†sini, genaplah sudah mimpi belasan tahun saya atas Harry Potter. *AMIN* ūüôā

***

MP2

Makan Veetoz sebelum dihukum,
Expecto Patronum!

Kids Can Win

‚ÄúI wish the players every success in the future. You know how good you are, you know the jersey you’re wearing, you know what it means to everyone here and don’t ever let yourself down. The expectation is always there.‚ÄĚ

Demikian kalimat penutup yang disampaikan oleh Sir Alex Ferguson dalam pidato terakhirnya sebagai manajer kesebelasan Manchester United. Satu demi satu kalimat yang disampaikan di hadapan lebih dari 70 ribu pendukung, meninggalkan rasa bangga dan haru. Tepuk tangan terus bergemuruh dari stadion Old Trafford, Manchester Raya, Inggris. Di momen terakhirnya melepas tim Manchester United, Sir Alex masih terus memotivasi anak didiknya.

MU 5

Gambar dari sini 

Ya, 8 Mei 2013, menjadi hari bersejarah bagi The Red Devils dan pendukungnya. Inilah hari di mana Sir Alex Ferguson menyudahi tugasnya sebagai manajer Manchester United, setelah 27 tahun lamanya.

Hari ini pun menjadi hari bersejarah bagi saya.

Hari itu, Rabu, 8 Mei, saya berada di salah satu sudut kota Jakarta. Waktu itu, saya masih seorang pekerja media. Saya yang kebetulan ditempatkan di bagian olahraga diperintahkan oleh si bos untuk membuat tulisan tentang mundurnya Sir Alex Ferguson sebagai manajer Manchester United. Youtube, theguardian.co.uk, bbc.co.uk, dan puluhan tab-tab browser menjadi sumber saya mencari berita tentang Sir Alex. Itulah hari pertama saya mulai berkenalan dengan Fergie, sapaan kecil Sir Alex Ferguson.

Melihat cerita tentang Fergie membuat saya mulai tertarik dengan Manchester United. Terlebih, ketika saya mengetahui bahwa Tim Setan Merah yang ditakutkan saat ini, ternyata lahir dari sebuah tim underdog.

MU 3

 

Fergie saat diumumkan sebagai manajer MU, tahun 1986. Gambar dari sini

Tahun 1992, saat kesebelasannya mengalami krisis¬†pemain, dengan pede-nya Fergie merekrut sejumlah pemain muda alias anak bawang, dari Britania Raya. Banyak pihak meragukan keputusannya. Termasuk para kritikus. ‚ÄúYou‚Äôll never win anything with kids‚ÄĚ, begitu komentar pedas para kritikus.

Namun, Fergie yang terkenal¬†tegas ini tidak peduli. Ia¬†sepertinya ingin membuktikan kepada para kritikus¬†bahwa¬†dugaan mereka salah besar. Berkat gaya kepemimpinan yang tegas dan motivasi yang henti-hentinya, perlahan tapi pasti, gerombolan si muda yang dijuluki Class of ’92¬†berhasil unjuk gigi.

And here they are! 

Ryan Giggs, Nicky Butt, David Beckham, Garry Neville, Phil Neville, dan Paul Scholes, yang sukses¬†membuktikan pada dunia bahwa ‚ÄúKids can win‚ÄĚ. See?

MU 7Gambar dari sini

***

27 tahun mendampingi sebuah tim sepak bola tentu bukan¬†waktu yang singkat. Hal semacam ini hanya¬†bisa¬†terwujud karena adanya komitmen yang begitu besar dari Fergie. Hal ini tampaknya¬†sejalan dengan sebutan yang disematkan¬†oleh Bobby Charlton kepada Old Trafford, yakni¬†“The¬†Theatre of Dreams“. Sama halnya dengan Fergie, selama puluhan tahun, simbol kebesaran¬†Manchester United ini setia untuk terus memberikan ‘nyawa’ bagi¬†pembela The Red Devils.

mu8

Gambar dari sini

Melihat sejarahnya sejak tahun 1910, stadion¬†yang berdiri megah di tepi Sungai Irwell ini memang telah menjadi “Teater Impian”.¬†¬†Theatre of Dreams menjadi panggung perwujudan mimpi-mimpi para patriot Manchester United¬†dan pemujanya. Mereka yang ingin merebut gelar juara dan ingin melihat tim kesayangan mereka sukses menukik lawan-lawannya,¬†menumpahkan mimpinya di sini.¬†Di musim paceklik selama satu tahun terakhir inipun, saya yakin Theatre of Dreams belum¬†bosan untuk menyorakkan¬†“We will win!” bagi tim Setan Merah.

***

Selepas membolak balik kanal berita tentang Manchester United, Old Trafford, dan Sir Alex Ferguson, hari itu, di bawah langit Jakarta, saya mengikrarkan diri bahwa saya harus bisa menginjakkan kaki di atas rumput stadion Old Trafford. Saya ingin menjadi saksi keberadaan stadion megah berusia 100 tahun, dan merasakan bagaimana ambience yang diberikan oleh sebuah lapangan yang mencetak pemain dunia, dan menjadi lautan para pendukung setia yang tak pernah letih mendukung para idolanya.

Dan tulisan ini, saya persembahkan untuk satu tahun mundurnya Fergie, sekaligus merayakan satu tahun usia mimpi saya untuk mengunjungi Inggris.

Sir Alex Ferguson

Gambar dari sini

***

And now, it’s time to act!

Untuk pecinta Inggris dan Manchester United, yang sudah sekian lama bermimpi untuk bisa menyusuri jalanan kota London, Skotlandia, Manchester, dan sekitarnya, saya yakin kamu tidak ingin melewatkan kesempatan yang satu ini.

Mister Potato Indonesia, mengadakan kompetisi blog #InggrisGratis. Sesuai temanya, hadiah lomba ini adalah jalan-jalan GRATIS KE INGGRIS! Dan, Old Trafford akan menjadi salah satu tempat tujuan yang akan dikunjungi para pemenang!

Caranya, post tulisan¬†kamu dengan tema¬†‚ÄúKenapa saya harus pergi ke Inggris?‚ÄĚ,¬†ke akun twitter¬†@MisterPotato_ID, sebelum tanggal¬†31 Mei 2014. Follow akun twitter dan like Facebook fanpage¬†Mister Potato Indonesia, karena banyak informasi tentang #InggrisGratis¬†yang dipost¬†di sana.

And last but not least, BERDOA! Mudah-mudahan kita bisa ketemu di bandara Soekarno Hatta, untuk terbang ke Inggris, sama-sama!

InggrisGratis

***

“Only true champions come out and show their worth after defeat- and I expect us to do that.”

– Sir Alex Ferguson –

Mini Yellow Taxi

I am a typical person who has this pleasure seeing picture people specially captured (actually mostly was by request), at a place which means so much to me.

This one was one of them, taken by Putri, back when she went to Manhattan, United States, represented her college for Model United Nation conference. It was February 9th 2012.

Manhattan-20120208-00398

 

Manhattan-20120208-00425

¬†The mini taxi that always there¬†wherever I stay.¬†Thanks a bunch, Put! ūüôā