Detektor Usia Xiaomi

Halo, ada pengguna Xiaomi di sini?

Saya lagi udik gara-gara baru pakai Xiaomi seminggu ini. Selain beberapa fitur yang cukup bikin saya huwawaw seperti Mi Remote (fitur untuk mengakses alat elektronik di rumah mulai dari televisi, AC, kulkas, mesin cuci dan lain-lain – niat bener tukang ngumpulin ratusan merek alat elektroniknya sampai setipe-tipenya), baterai tahan lama (tentu sahaja, apalagi dibandingkan iPhone, dan… (maaf baru itu aja, sungguh kurang kompeten sebagai pe-review henpon, haha), saya juga dibuat katrok sama fitur pengenal umur dari kamera depan aka selfie, yang dimiliki smartphone keluaran Cina ini. Ternyata sih, ini fitur basic banget yang dimiliki Xiaomi. Saya aja yang norak. :D.

Ini fitur yang dimaksud. Gender and age detector. Macam ini tampilannya. 

Baca : Xiaomi Mi Note’s goofy age detector is the most selfie fun you’ll ever have

Alhasil, layaknya bocah baru dikasih mainan baru, saya pun sempat menghabiskan 30 menit mengutak atik rumus supaya umur yang ditampilkan si hape bisa sesuai dan syukur-syukur lebih mudah dari umur asli.

Dari artikel Mashable di atas tadi, ternyata angle foto punya peran besar untuk menentukan usia yang dituliskan. Saya juga baru tau.

Tapi dari observasi cetek saya dan ngobrol sana-sini, beberapa tips untuk membuat si mesin Xiaomi ini menyebutkan umur yang minim untuk penggunanya adalah:

  • Hindari kacamata. Penggunaan kacamata (dari pengalaman saya) membuat umur bertambah hampir 10 tahun dari usia sesungguhnya. Kan kesel haha.
  • Bersihkan wajah dari minyak. Entah bener atau tidak, kayaknya ini ngaruh dikit. Makin berminyak, makin tua. 😀
  • Pastikan pencahayaan pas. Kalau foto di tempat terang, usia cenderung kecil. Kalau gelap, cenderung besar. Sebagai contoh, waktu iseng-iseng foto di perempatan lalu lintas, sambil nunggu lampu merah berubah hijau, umur saya dideteksi 44. Kebanyakan. HAHA!
  • Terakhir, SENYUM. Ini kata banyak orang. Senyum bikin henpon pintar ini menyebutkan usia lebih muda!

Inti dari tulisan yang tidak terlalu berarti banyak ini sih terletak pada poin terakhir. SENYUM.

Nyatanya, di kehidupan sehari-hari kita sering diajak untuk tersenyum. Entahlah untuk alasan agar terlihat awet muda, betul-betul bikin tambah muda, meningkatkan hormon endorfin yang menurut dunia kedokteran menjadi sumber kebahagiaan, SENYUM ini ada baiknya dijadikan template wajib untuk wajah kita untuk banyak kesempatan. Senang kan rasanya kalau ketemu orang ramah senyum, dibandingkan galak dan manyun?

Senyumlah pas bangun pagi. Senyumlah pas sambil dandan. Senyumlah kalau ketemu tetangga. Senyumlah saat mengucapkan terima kasih. Senyumlah saat menerima kembalian uang dari penjual sarapan. Senyumlah pada security di kantor. Balasan yang kita terima setelahnya seringkali bahkan bisa memberikan energi sekaligus mengalirkan mood baik yang tidak diduga.

YAH tentu saja di banyak kesempatan, boro-boro senyum, ngomong aja udah malas dan susah, apalagi ketika dirundung masalah. Namanya juga hidup. Tapi ingat, di sela-sela kesulitan itu, sempatkan waktu untuk tersenyum. Siapa tahu, dengan begitu kita didekatkan dengan hal baik dan jodoh yang baik.

Jadi, sudah siap selfie iagi? Jangan lupa… SENYUM! 🙂

“Sometimes your joy is the source of your smile, but sometimes your smile can be the source of your joy.” ~ Thich Nhat Hanh (Vietnamese monk) 

Advertisements

2 thoughts on “Detektor Usia Xiaomi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s