Gallery

Day 4 : Childhood

Catatan : “Day 4” itu hari keempat menyelesaikan tantangan ini. Bukan hari keempat dalam arti harafiah, 4 hari, karena bisa saja memakan 12 hari untuk tiba di hari keempat. ūüėÄ

Topic : Favorite childhood memories

Lampion

Jaman kecil, rumah saya ada di gang-gang kecil, yang mayoritasnya adalah keturunan Tionghoa. Imlek menjadi sesuatu yang sangat ditunggu, apalagi untuk anak seumuran saya waktu itu. Kira-kira kelas 2-3 SD deh.

Seminggu atau satu malam sebelum Imlek (saya lupa), saya dan teman-teman akan melakukan pawai membawa lampion keliling gang. Macam siskamling gitu. Sekelompok, 5-7 orang, tapi jalan sambil pegang lampion. Ada yang lampion bener-bener lampion. Ada yang bawa lampion berbentuk pesawat, prisma, dan bentuk macem-macem kayak di foto ini.

Anyway, ternyata susah juga nyari foto lampion yang saya maksud. Keluarnya, lampion gede yang sekarang jadi tren. Atau lampion bergambar Doraemon, atau bentuk Angry Birds. Haha. Jaman dulu, lampionnya polos aja warna merah. Dari segi bentuk sih, ini yang mendekati.

lampion kecil

Piyama

Menjelang Imlek, anak-anak, termasuk saya, juga suka kesenengan karena kita akan dapet baju baru, termasuk¬†piyama baru. Entah kenapa ya piyama baru itu¬†sesuatu¬†banget. Nah, karena Ibu suka jahit, pada masa itu Ibu bakal jahitin 1-2 set piyama baru. Piyama mirip foto di atas. Cuma kainnya ya kain biasa. Atasannya juga bukan cheong sam kayak di foto. Modelnya kayak piyama pada umumnya aja. Kelebihan kain untuk piyama, biasa dijadiin selimut. Keren¬†banget rasanya kalau bisa tidur dengan piyama dan selimut yang satu set kainnya. Piyama barunya dipake juga sambil siskamling pake lampion. ūüėÄ

Matematika panjang

Saya inget banget, jaman SD dulu, sekitar kelas 5-6, saya ngambil les Matematika. Cuman saya ndak inget, kenapa saya bisa ngambil les Matematika (bukan les umum aja haha). Nah, ini les Matematika asli untuk ngitung-ngitung aja, as in ngitung pake kertas dan bolpen. ndak ada tu sempoa, kumon, apalagi kalkulator. :D. Karena ngitung aja, tiap les ya kerjaan kita ngitung penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian.

Paling seru itu kalau ngitung pembagian. Saya inget banget, gurunya suka ngasih hitungan yang panjanggg banget angkanya. Mirip di subjudul :

1208374020348 : 2

Begitu dikasih pertanyaan, kita cepet-cepetan ngitung hasilnya di kertas. Nanti dipilih, siapa yang jawab paling cepet. Karena sekelas cuma 3-5 orang, biasanya saya lolos jadi yang paling cepat sih. Dipikir-pikir, ada fungsi apa ya dibalik metode ngasih itungan panjang-panjang gitu? Haha.

Bulan

Kalau yang ini, kenangan masa kecil versi saya dalam ukuran yang lebih mini lagi. Waktu badan saya masih gendongable, dengan tinggi ndak sampai 1 meter. Kadang kalau malem dan langit lagi bagus, Bapak suka gendong saya ke pinggir jalan. Setibanya di pinggir jalan, dengan tangan satunya lagi, Bapak bakal nunjuk bulan, sambil nyanyi lagu dengan bahasa Tionghoa Рyang cuma saya ingat kalimat depannya aja.

Kalau diterjemahin, liriknya : bulan di langit, terang sekali, ciptaan Tuhan, indah sekali….¬†

Advertisements

3 thoughts on “Day 4 : Childhood

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s