Main HP

Mana HP?

Dalam satu hari, berapa kali pikiran itu terbersit? Dalam 1 jam, kemunculannya bisa lebih dari sekali. Tak terkecuali di jalanan, lokasi dimana pesan “Dilarang Main HP” sering bertengger. Kalau saya, tiap ketemu lampu merah, bawaannya pengen pegang HP. Ngeliat aja, walaupun nggak ada yang nyariin. 😀

Urusan ngecek hape memang udah jadi kebiasaan yang bisa dilakukan dengan gampangnya, tanpa pake mikir, refleks bahkan. Pernah dalam satu pagi, saat menuju ke kantor, berturut-turut saya menemukan pemandangan serupa.

  • Sebelah kiri : Ibu separuh baya yang duduk di bagian kiri depan mobil asik sedang membaca, sepertinya, artikel.
  • Noleh ke kanan : wanita usia 20-an, di posisi penumpang depan juga, sedang mengecek Path.
  • Serong kiri depan : pria yang tak terlihat wajahnya karena kaca film yang terlalu gelap, sedang melihat HP dari bangku pengemudi. Cahaya HPnya keliatan dari luar.
  • Serong kanan belakang : seorang ibu di dalam taksi tampak khusyuk membaca artikel dari HPnya. 

Saya pikir sudah habis. Tak lama setelah mobil bergeser…

  • Bapak pengemudi taksi sedang mengecek HP (mungkin liat maps).
  • Penumpang di atas sepeda motor juga sedang tak kalah sibuknya bermain HP.

Dari pengamatan ke orang lain dan diri sendiri, ada beberapa kondisi / indikasi kenapa seseorang asik bermain HP.

  1. Mengurangi kebosanan – saat lagi nunggu temen di bioskop, antrian dokter, antrian ngambil makan di kantin, HP sudah jadi kawan terbaik untuk ngusir bosen. Soalnya ngomong randomly sama orang sebelah beresiko dicuekin.
  2. Mengurangi kegugupan – tiba-tiba deg-degan karena ketemu bos, temen baru, musuh, atau mantan? HP bisa jadi solusi untuk dimainkan. Paling enggak, bisa nutupin raut wajah agar tidak perlu menengadah ke depan.
  3. Mengurangi kebosanan (2) – berbeda dengan yang pertama, ini lebih untuk mengusir kebosanan dengan lawan bicara yang ada di depan mata atau di sekeliling. Antara ingin mengalihkan telinga dari dia yang terus berbicara, atau memberikan sinyal bahwa dia membosankan. Bisa keduanya.
  4. Galau – kalau yang ini, apa lagi kalau bukan was-was karena menunggu chat atau balasan dari gebetan.

Entah ada apa dengan si HP. Sepertinya sudah menjadi hal wajib yang dilakukan di tengah apapun kegiatan yang dilakukan : makan, olahraga, berdiri, duduk, baring, rapat, you name it, untuk selalu merogoh / mencari HPnya. Terlebih, kita hidup di era dimana dunia nyata sudah terkoneksi dengan berbagai aplikasi apapun namanya. Menyampaikan berita terbaru, sudah jelas lebih cepat via aplikasi di smartphone, daripada harus menelepon secara langsung. Sama halnya dengan menerima berita baru. Untuk salah satu alasan ini, HP harus selalu dalam posisi standby.

Sadar akan ketergantungan yang besar terhadap HP (saya bisa menghabiskan waktu hampir 2 jam sepulang kerja secara rutin setiap harinya hanya untuk membuka tutup aplikasi demi aplikasi, artikel demi artikel, layar chat demi layar chat), belakangan saya mulai menanggalkan penggunaan HP secara perlahan.

Di luar urusan alasan jangan sampai jadi kebiasaan, menghargai orang sekitar, menghindari kecenderungan anti sosial, practically sebenarnya banyak manfaat mengurangi konsumsi terhadap HP. Di antaranya :

  1. Menahan laju minus kacamata – Lebih dari 8 jam setiap hari di kantor dihabiskan dengan ngetak ngetik di depan layar komputer. Jika durasi ini ditambah dengan durasi bermain HP, bisa dibayangkan lelahnya mata ini. Dua bulan lalu minus mata saya meningkat (tak seperti biasa yang selalu sama). Untuk mencegah naik lagi, mending saya kurangi kebiasaan main HP.
  2. Hemat baterai – Dengan frekuensi cek sosial media sejam sekali,  biasanya saya perlu men-charge HP 3-4 kali dalam sehari. Kini, 2 kali cukup. Hemat kuota juga nih ya.
  3. Tidur sehat – Dulu pernah beredar isu terlalu banyak menggunakan HP bisa berakibat dengan otak akibat radiasi HP yang kuat. Ya entah benar entah tidak, selagi sinyal HP masih nyala, bawaanya memang pengen cek ina ini itu. Setelah dimatiin, langsung deh mau tidur aja. Sehat kan, lumayan.
  4. Emosi stabil – Udah pernah ngerasa kan gimana postingan di sosial media bikin mood terlalu dinamis? Entah itu berita Pilgub, Trump, Syahrini, perang, memes, sampai postingan gebetan yang bisa bikin mood berubah sedemikian cepat.Walaupun ya abis itu denger juga beritanya dari orang lain, mengurangi frekuensi ngeliat itu semua dari layah HP, sedikit banyak bikin emosi jauh lebih baik.
  5. Dan manfaat-manfaat lainnya yang pastinya nggak merugikan.

Intinya, segala sesuatu yang ‘terlalu’ itu memang kurang baik. Termasuk terlalu sering ngecek HP. Secukupnya aja (diusahakan).

*

Iseng-iseng saya mencari di Google dengan kata kunci : addictive to smartphone. Hasilnya, banyak sekali artikel berisi tentang kebiasaan mengecek smartphone, dan bagaimana cara menghindarkan diri dari adiktif terhadap telepon genggam ini. Salah satunya dari Psychguides. Lumayan buat nambah-nambah kegiatan sambil nunggu ada yang jemput. Silakan dibaca!

Advertisements

One thought on “Main HP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s