2016 & 2017

Tulisan panjang ini saya dedikasikan bagi perjalanan dan pelajaran di tahun 2016.

img_7432
I’m kinda wanna see it stays though!

Setiap pilihan adalah kejutan 

Di awal tahun, saya mendapat tantangan baru di pekerjaan. Sebuah hal baru yang tak pernah saya incar semasa kuliah. Melirik pun tak pernah. Tapi, atas nama “belajar”, saya ambil saja keputusan itu, dengan penuh keyakinan sok-sok mensugesti diri bahwa saya harus yakin. Hasilnya, saya bisa melewati pilihan itu, walau sedikit terombang ambing, dan selamat hingga bulan keduabelas. Kejutannya, saya cukup menikmati pilihan saya. 🙂

Sebanyak-banyaknya teman, kamu tetap sendiri 

Saya percaya, a friend in need is a friend indeed.  Teman terbaik adalah teman di saat susah ataupun senang. Saya punya teman-teman di kategori ini. Tapi… Tidak setiap saat ketika merasa susah, ada teman yang menemani. Terlebih, saat kita mengalami kesusahan ketika teman juga mengalami hal serupa. Dalam beberapa waktu, momen ini terjadi. Tentu saja, hidup saya harus berjalan, walau tak ada teman yang menemani. Alhasil, seberat apapun apa yang di depan mata, tetap kaki sendiri yang harus bergerak. Syukurlah, ombak-ombak kecil itu bisa dijalani hingga bulan kedua belas.

Berbuat salah itu ndak salah

Manusia yang benar adalah manusia yang pernah salah. Iya, gitu kira-kira. Ndak ada manusia sempurna, ndak ada manusia yang selalu benar. Di awal tahun, saya melakukan beberapa kesalahan. Apakah itu salah? Rasanya ndak juga. Paling tidak, karena ada kekeliruan itu, saya jadi tahu, bahwa pilihan itu salah. Jadi, ketika saya menghadapi situasi serupa, ada referensi bahwa jalan itu ndak boleh saya pilih karena saya pernah salah. Urusan apa ini? Kerja iya, berbau asmara juga iya. Seperti kata Rinso, kotor itu ndak papa.

Keputusanmu adalah keputusanmu 

Sebagai manusia sosial yang berada di tengah kantor, kampus, teman-teman, organisasi, keluarga, pandangan orang lain sering mempengaruhi pandangan kita. Sedikit banyak berdekatan dengan persepsi tentang : kamu terbentuk dari lingkunganmu. Hal ini sering membuat kita memilih atas dasar pendapat orang sekeliling kita. Saya termasuk orang yang mudah ‘dipengaruhi’ oleh sekeliling. Seringkali pilihan orang menjadi yang pertama, pilihan saya menjadi yang kedua, atau ketiga.

Sampai kemudian saya sadar, semua ada di tangan saya. Apa yang saya pilih mungkin ndak dianggap bagus atau disenangi oleh orang lain. Begitu pula sebaliknya. Tapi, sampai detik ini, saya tahu saya selalu memilih dengan kesadaran penuh. Artinya, kesadaran bahwa saya telah memilih yang benar. Jadi, apapun hasil dari pilihan ini akan sepenuhnya menjadi keputusan saya. Dengan kesadaran ini, saya belajar memantapkan hati untuk selalu mengambil seseatu yang saya percaya. Be true to your heart, kalo kata Stevie Wonder. Kesadaran ini baru terjadi beberapa bulan belakangan. Tidak mudah memang. Tapi tak ada salahnya terus berusaha.

Ndak semua orang senang sama kamu

Menyambung penyadaran sebelumnya, tahun ini saya juga belajar untuk tidak disukai. Tidak gampang loh jadi orang yang tidak disukai. Sebagai pecinta damai, menjadi orang yang disebelin, dibetein, apalagi sampai dijauhin, adalah isu besar buat saya. Setengah mati saya akan mencari apa kesalahan saya, dan bagaimana saya bisa membuat kondisi itu berubah. Namun, seiring berjalannya waktu dan usia, saya menerima bahwa disenangi orang bukanlah syarat utama dalam hidup. Dua orang punya 2 pikiran. 10 orang, 50 orang, punya 50 pikiran berbeda. Membuat orang menyenangi kita adalah perihal membuat orang menyamakan pikirannya dengan kita. Terang saja bukan hal mudah. Belum lagi kalau kamu tahu tidak alasan ketidaksukaan itu.

Seringkali, apa yang dirasa orang lain benar, belum tentu benar untukmu. Apa yang kamu rasa benar, bisa jadi kesalahan bagi orang lain. Ndak perlu berusaha keras menyenangkan semua orang. Bukan berarti bisa seenak hati juga bisa menyakiti orang lain. Tidak. Hanya saja, tiap orang punya cerita yang sedang berjalan dalam hidupnya, yang kemudian tertuang dalam pilihannya untuk bersikap pada kita. Pahami itu, maklumi itu, dan terimalah kalau kamu ndak bisa membuat semua orang senang padamu. Kalaulah membuat orang suka sama kita bisa semudah itu, pasangan hidup akan bisa didapat dengan mudah. Yes? 😀

Pasangan hidup itu…

Nah menyerempet ke urusan pasangan, tahun ini juga jadi tahun yang seru. Tentu saja, pencarian terus berjalan. Ada yang bilang, makin dicari makin jauh. Meskipun golongan orang tua akan berkata, ayo cari, mau tunggu apa lagi. Buat saya sih, teruslah mencari, tapi jangan berlari. Bukan lari dari kewajiban mencari, tapi lari ngebut-ngebalap, untuk menyudahi pencarian. Punya teman dekat untuk diajak berdiskusi, berbincang, tertawa, makan, jalan, memang sangat menyenangkan. Tapi, hal ini bukan jadi alasan untuk bisa menyudahi pencarian dengan siapa saja.

Saya menganut paham untuk mencari yang terbaik. Terbaik bukan ter-sempurna. Makin ke sini (ke usia yang semakin bertambah), seperti kata orang-orang, kriteria pasangan memang semakin fleksibel. Sampai muncul guyonan bahwa umur bertambah ibarat diskon kriteria yang diberikan untuk pasangan. Semakin besar usia, semakin besar diskon. Untuk saya, ini bukan masalah diskon-diskonan. Tapi, keputusan memilih satu orang yang akan menjadi partner kita setiap hari memang butuh perlakuan khusus. Dulu mungkin ganteng yang utama. Sekarang, masih senang sih sama yang ganteng, tapi muncul juga kriteria lain, seperti : nyambung, seru, asyik, suportif, dan lain-lain, yang terkadang bisa menyisihkan kriteria tadi. Kalaulah belum ketemu, berarti memang belum ketemu. Ndak perlu dipaksakan. Ada waktunya, pasti.

Hidup itu penuh kejutan

7ad75d6c7decf77e2186d821f56e7350871152c8641928ba6bdf7859218cbe07.jpg

Balik lagi ke pembelajaran paling atas mengenai kejutan. Sepintar-pintarnya orang memprediksi, tetap saja yang namanya kejutan itu ada. Sama halnya dengan perjalanan 2016. Ada hal-hal yang saya perkirakan akan baik, nyatanya tidak. Sebaliknya, yang tak saya perkirakan, malah muncul menjadi sesuatu yang baik.

Hidup memang perkara kejutan. Saya ingat salah satu teman pernah berkata : Kalau hidup udah ndak ada kejutan, sudah stabil, sudah tenang, sudah adem, ya bukan hidup lagi namanya. Dipikir-pikir betul juga.

Memang setiap kejutan memberikan efek berbeda. Ada yang bikin senang bukan kepalang. Ada yang bikin bingung kepayang. Ada yang bikin sedih sampai berkaca-kaca, ada yang bikin ketawa sampai berkaca-kaca juga. Tapi, demikianlah hidup. Selagi kita tetap hidup, seeksis itu juga kejutan hadir di hidup kita. Semakin banyak ia muncul, semakin juga kita belajar untuk bereaksi dengan kehadirannya.

Dulu mungkin sumringah 3 hari begitu hal menyenangkan datang pertama kali. Setelah kedatangannya yang kedua dan ketiga, sumringah itu bisa dipertahankan seminggu, atau bahkan disimpan di dalam hati untuk dimunculkan saat sedih menghampiri. Dulu mungkin nangis 7 hari begitu kejadian sedih tiba-tiba terjadi. Setelah ada beberapa kesedihan, kita pun sedikit banyak menemukan cara untuk menghadapinya dengan lebih bijak, dewasa, tenang, sehingga nangis 7 hari tidak lagi menjadi meraung-raung, melainkan lebih kalem. Ah, urusan sedih memang masih dan akan terus jadi tugas untuk dihadapi di masa-masa berikutnya. Kita lupakan dulu yang sedih-sedih.

2017 

Setiap tahun berganti, saya selalu ingin menyusun resolusi yang jelas dan kece dan kira-kira  bisa jadi target untuk dicapai. Kenyataannya, resolusi itu ndak pernah tersusun. Yang ada, resolusi saya tiap tahun sama. Karena sudah menjadi resolusi tahunan, apa yang dipikir ini pun lebih menjadi motivasi harian saya. Salah satunya : bisa menjalani besok dengan tenang dan baik. 

Saya percaya kancing pertama harus dimulai dengan benar. Untuk itu, paling tidak saya ingin mengawali tahun 2017 dengan pembelajaran saya selama 2016 tadi. Harapannya tentu supaya saya bisa menyeimbangkan hati dan pikiran dengan lebih baik.

Pastinya masih banyak kejutan yang akan terjadi di tahun ini. Baik dan tidak baik, akan selalu bermakna untuk dipelajari. Semua ini akan jadi siklus yang terus terjadi selama manusia ada. Selama kamu dan saya hidup, siklus akan terus terjadi: gagal, bangkit, susah, senang, patah hati, jatuh cinta, dan seterusnya.

Karena hidup adalah tentang perjalanan untuk bisa menerima, bertahan, dan terus berjalan.

Selamat tahun baru untuk kita semua. Semoga menjadi tahun yang semakin baik. Happy new year! 

Advertisements

5 thoughts on “2016 & 2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s