Travel Blues, Percaya? 

Saya sih iya. Hehe. 

Detik, menit, jam, hari, menjelang liburan berakhir memang selalu penuh sensasi. Hati mulai nggak tenang. Kota, macet, panas, mumet, udah mulai kebayang-bayang. Padahal, di depan mata masih banyak pemandangan, teman, coffee shop, makanan enak, yang bisa dinikmati.

Teman saya pernah ngepos perihal travel blues ini. Emang nggak enak sih rasanya. Galauuu banget, mendekati galaunya orang lagi di persimpangan hubungan asmara. Setelah posnya hari itu, saya ketemu juga ada yang namanya Monday blues (kegalauan menjalani hari Senin), baby blues (kegalauan mama mama muda setelah punya baby), dan mungkin blues lainnya.

Cuman ya, namanya hidup yang macam roda berputar ini, nggak ada kan ceritanya liburan terus menerus. Coba bayangin kita liburan dua minggu, dua bulan, atau 12 bulan. Masih berasa nggak itu sensasi liburannya?

Mungkin momen-momen menjelang liburan berakhir itu juga yang membuat kita selalu menanti liburan. Mungkin sensasi menunggu liburan datang tidak akan sempurna kalau nggak ada sensasi berharap liburan nggak selesai. (Mungkin nggak ya?).

Yang jelas, harusnya yang namanya blues atau galau ini memang jangan diturutin berkepanjangan. Kalau sudah waktunya liburan selesai, ya selesai. Kalau sudah waktunya kerja, kuliah, ya kerja dan kuliah. Jangan pas libur mau kerja (ada nggak?), atau pas kerja mau libur.

Tempatkan diri pada waktunya. Tempatkan mood pada tempatnya.

Kerja dengan semangat. Sambil ngebayangin atau nyusun rencana libuan selanjutnya. Akhir pekan atau weekend atau day off di tengah-tengah minggu juga bisa di-treat jadi ‘liburan’ dadakan kok.

Kalau kebahagiaan menjelang liburan bisa dijaga selama momen beraktivitas dimulai kembali, niscaya blues blues akan menjadi lebih bright, hati menjadi sedikit lebih baik, mood jadi lebih bagus. Tanpa dirasa-rasa, masuk lagi deh ke momen liburan.

***

Inget ya, Pin. Yang semangat kerjanya.

(Jadi, kapan libur lagi?)

Bali, 14 Desember 2016

Advertisements

9 thoughts on “Travel Blues, Percaya? 

  1. Percaya aku sama travel blues. Biasanya perlu semingguan untuk mendarat kembali ke realita Vin. Selain blues yang kamu sebut di atas ada juga Blue Monday, nama lain untuk new year blues.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s