Tentang Apa yang Dipercaya

pixabay

Kepercayaan itu harusnya bukan sesuatu yang bikin kita berantem. Kepercayaan seharusnya mendamaikan kita sebagai manusia. Kepercayaan mencerahkan kita agar selalu berpikir dengan jernih di saat susah, terpojok, tersudut, tidak percaya diri, atau segala energi negatif lainnya. Kepercayaan membuat kita menyayangi sesama, mengurangi benci, meredam dendam. Kepercayaan mengajarkan kita untuk bisa berdamai.

Kepercayaan muncul ketika seseorang sudah bisa berpikir. Kamu bisa percaya dengan pacarmu, karena kamu pikir ia bisa dipercaya, lalu kamu memilih untuk percaya.

Beda halnya dengan identitas.

Terlahir dengan rambut keriting, kulit putih, mata besar, hidung pesek, kaki panjang, bukan sesuatu yang bisa dipilih. Identitas dipercaya, lahir dari ‘sana‘.

Kepercayaan berbeda dengan identitas. Apalagi dengan politik.

Politik itu dunia mereka yang (seharusnya) peduli dengan negara, rakyat, dan bangsa. Tidak ada hubungannya dengan kepercayaan, apalagi identitas. Politik itu milik mereka yang (seharusnya) siap mengorbankan kepentingan sendiri, demi kepentingan banyak orang. Bukan sebaliknya.

Ah, I am so running out of words.

4 Comments Add yours

  1. Ditaa says:

    But I got you. And I feel you. Politic sucks.

    1. vinnydubidu says:

      Yea, Dita. So sad. :(.

  2. Lorraine says:

    Sayangnya kepercayaanpun bisa jadi identitas Vin.

    1. vinnydubidu says:

      Betul juga, Mba. Serba campur aduk semuanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s