Perpanjang SIM (Beda KTP)

SIM.jpg
Diambil dari situs Polri

Dulu, urusan dokumen-dokumen beginian, nggak pernah jadi bagian saya. Bikin KTP, dibikinin Bapak. Pertama kali bikin SIM C, pakai calo. Pertama kali bikin SIM A, sama Bapak juga. Karena selalu diurusin Bapak, jadi saya nggak tahu apa-apa. Tahunya cuman diajak ke mol, ngantri di SIM keliling, Bapak ngomong sama polisi di dalam mobil, terus saya disuruh masuk buat foto. Jadi deh! 

Tepat bulan ini, SIM saya habis masa berlakunya. Kali ini, saya harus bikin sendiri.

Beberapa hari sebelum menjadwalkan diri ngurusin perpanjangan, saya sudah baca-baca di internet. Gimana cara perpanjang, dokumen yang diperlukan, dan berapa biaya perpanjangan. Sedikit agak deg-degan, karena kebetulan, alamat KTP di SIM baru beda dengan SIM lama. (SIM lama, KTP Pontianak dibuat di Pontianak. SIM baru, diurus dengan KTP Jakarta di Jakarta).

Beberapa sumber bilang, pergantian alamat itu disebut mutasi. Untuk case ini, perlu cabut berkas, ke kota asal, dan lain-lain. Tapi, ada juga yang bilang, prosesnya gampang dan mudah. Tapi, biar aman, saya putuskan untuk datang ke Samsat saja (tidak di SIM keliling, karena ada yang bilang beda KTP ini nggak bisa diurus di SIM Keliling).

Nah, semoga sedikit info ini berguna juga untuk teman-teman yang punya atau akan menghadapi situasi perpanjangan yang serupa.

Loket ke loket

Singkat cerita, saya tiba di Samsat Daan Mogot sekitar jam 7.30 pagi (buka jam 8 pagi). Maksud hati, datang cepat biar cepat masuk. Ternyata, gerbang memang baru dibuka tepat jam 8 teng. Jadi, saran saya, setibanya di Samsat, langsung saja kamu cari loket untuk Surat Keterangan Kesehatan*. Tapi jangan lupa, siapkan 2 fotokopi KTP berlaku dan 1 fotokopi SIM lama. Kalau belum ada fotokopinya, ada toko fotokopian  di sebelah loket.

Setelah fotokopi KTP sudah di tangan, ikuti antrian menuju loket tes. Tes kesehatan yang dimaksud di sini hanya tes mata, seperti kalau kita cek mata di optik. Tenang saja, kamu hanya diminta untuk membaca 2 variasi huruf yang gede banget dan kecil banget. Dengan mata normal, harusnya aman-aman saja. Kalau kamu berkacamata, jangan lupa pakai kacamatanya. (Kalau kurang jelas, baca aja dengan pede. Niscaya lolos.)

Beres dengan tes kesehatan, silakan jalan ke gedung utama. Semua proses bikin SIM baru atau perpanjangan dilakukan di gedung yang sama, hanya beda tahap dan loket saja. Di pintu masuk, kamu akan terima landyard untuk menandakan apakah kamu bikin baru atau perpanjang.

Target pertama kamu di gedung ini adalah membeli formulir pendaftaran* dari BRI yang sudah ada loketnya di dalam gedung. Ada 2 panduan gede di dinding gedung mengenai cara pengisian formulir. Silakan jadikan patokan untuk mengisi form kamu.

Usai mengisi form, jalanlah menuju Loket Perpanjangan SIM. Kalau nggak salah, nomor 26 atau 23 (lupa). Serahkan formulir kamu untuk dicek pak petugas. Duduk manis. Nanti namamu akan dipanggil. Proses di sini hanya makan waktu 10-15 menit. Kamu akan diberikan potongan blanko untuk dibawa menuju loket Foto SIM!

Namanya foto, ya tahap standard aja. Serahkan potongan blanko tadi, tunggu namamu dipanggil. Pertama-tama, kamu diminta untuk mengecek datamu kembali. Jadi, periksa baik-baik nama, alamat, tinggi badan, pekerjaan, dan lain-lain. Kalau sudah, fotolah. Selesai?

Dikit lagi!

Usai foto, kamu akan diminta menuju Loket 31 untuk mengambil SIM kamu. Caranya, dengan menyerahkan kembali potongan blanko yang akan dibalikin setelah kamu selesai foto. Proses di sini cepat kok. Normalnya, 10-15 menit SIM kamu sudah siap dibawa pulang.

Sekitar pukul 9.30, SIM A baru saya JADI!

Lalu, gimana urusan beda KTP tadi? Ternyata nggak ada masalah. Saya aja yang berlebihan. Proses perpanjangan dengan beda KTP tadi tetap berjalan dengan normal saja. Tidak ada embel-embel pertanyaan juga dari petugas.

Biaya  

  • Parkir : 5.000
  • Fotokopi KTP 4 lembar : 3.000
  • Blanko kesehatan : 25.000
  • Formulir pendaftaran : 80.000

Total : 113.000

Supaya gampang

  • Siapkan 4 fotokopi KTP dan 2 SIM lama
  • Siapkan pulpen untuk mengisi form (di sana, pensil dijual seharga 5.000)
  • Bawa / pakai kacamata (jangan ketinggalan)
  • Dari pengalaman ini, nggak perlu datang kepagian karena percuma, nggak bisa masuk.
  • Urus sendiri. Pengorbanan ngurus sendiri itu cuma : keringetan, kepanasan, nunggu 15 menit, bolak balik ke loket. Itu aja kok. Urus sendiri ya.
  • Tanya Satpam. Saya agak susah menemukan petugas yang bisa ditanya. Untungnya ada petugas BRI yang bisa dimintain informasi terkait loket mana yang perlu dituju.

Kesimpulannya, saya senang berhasil mengurus ini sendiri. Kedua, proses yang cukup berkesan. Alur 2 jam untuk perpanjangan SIM baru, cukup memuaskan.

Sampai jumpa lima tahun lagi.

PS : As much as I dislike dealing with this kind of documents stuffs or department, it’s good to know the whole process. I definitely saw few things which did not seem right at its place. But, well, yeah, at least I went through all steps and got things done. Let’s just support this system is keep being improved.  First thing first, urus sendiri! 

3 Comments Add yours

  1. nyonyasepatu says:

    Beda ktp itu kalau ktp nya Medan ngurus di Sby misalnya bisa gak?

    1. vinnydubidu says:

      Kalau itu, kayaknya harus sesuai alamat KTP. Berarti perlu balik ke Medan untuk urus perpanjangan, Mba.

      1. nyonyasepatu says:

        Aku pikir ada perubahan haha. Iya sih harus sesuai tempat keluarnya KTP ya, padahal kalau passport udah bisa diajuin dimana aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s