Sekali Waktu

Berapa jam waktu dihabiskan sehari untuk bekerja? 9 jam? 12 jam? 15 jam?
Untuk ngecek Path?
Ngecekin halaman gebetan?
Untuk cari baju atau sepatu baru di online shop langganan?
Berapa lama waktu dihabiskan untuk bersantai?
Untuk ngobrol dengan ibu, bapak, adik, kakak?
Berapa lama waktu dihabiskan untuk bertukar cerita dengan kawan lama?

tumblr_o6rt2aMTis1qjzj43o1_500

Banyak yang bilang “time flies fast”. Bener sih. Perjalanan waktu seringkali berjalan cepat. Apalagi ketika hari-hari dilalui dengan menjalani kegiatan seabrek yang walaupun susah, tapi disenangi. Waktu juga berjalan cepat ketika hari-hari dilalui dengan serangkaian rencana dan usaha untuk memenuhi rencana yang telah disusun.

Namun, tak jarang, waktu juga berjalan lambat. Misalnya, ketika harus mengulang rutinitas itu-itu aja. Bangun, mandi, makan, nonton, ngecek HP, tidur, makan. Kalau ada yang ngajakin pergi, ya pergi. Kalau nggak ada, yang diam di rumah. Sampai malam tiba, makan. Udah kenyang, tidur. Eh, sebelum tidur, cek HP dulu barang 45 menit sampai 1 jam. Baru tidur.

Waktu berjalan lambat juga ketika kita kepentok dengan satu urusan yang kelar-kelar tanpa ada pergerakan dan kemajuan. Misalnya : ngelamar kerjaan, tapi belum ada balasan. Atau, pendekatan dengan gebetan, tapi malu, dan tak ada pergerakan. Atau ya, mau ngerjain sesuatu, tapi nggak ada yang bisa dikerjakan, dan nggak tau mesti kerja dari mana.

Situasi ketika waktu berjalan lambat memang sangat melelahkan. Balik ke yang itu-itu aja. Muter di situ-situ aja. Kalau udah begitu, kadang harus berlagak gila. Langsung putar arah. Langsung bikin gebrakan. Langsung ambil tindakan.

Waktu memang lucu. Masanya hanya terbentuk pada hitungan detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, dan seterusnya. Waktu terus berjalan, tak peduli kita capek atau mau berhenti apalagi menyerah.  Ada yang bilang, “kamu yang harus mengatur waktu, bukan waktu yang mengatur kamu”. Saya setuju dengan nasihat itu, walau seringkali perkataan tak semudah perbuatan. Pergerakan waktu seringkali dua kali lipat daripada kita.

Satu-satunya masa dimana waktu lebih lambat dua kali lipat daripada kita, ya itu, saat nggak ngapa2in, sendirian, kebayang yang lalu-lalu.

Sesekali membuat waktu melambat masih sah-sah saja. Tapi kalau keseringan, bahaya.

Ingat, waktu nggak menunggu.
Waktu terus berjalan.
Waktu itu nggak banyak.

Kesempatan nggak terbentuk untuk diulang.
Kesempatan datang untuk diambil, bukan untuk dilewatkan.

Those, spend your times for those who deserve ones. 

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s