Ulang Kembali

Tadi pagi, tiba-tiba saya terpikirkan beberapa momen seru yang saya alami semasa hidup. Di antaranya: waktu travelling bersama teman-teman ke Bali, waktu kuliah di Surabaya, jalan-jalan dengan keponakan di Banjarmasin, hingga keriaan saat pertama kali menginjakkan kaki di bandara Narita-Jepang yang bahkan sudah berlalu lima tahun lalu.

Memikirkan peristiwa menyenangkan memang bisa bikin senang. Namun, kalau diturutin terus, senang-nya lama-lama malah bikin sedih.

Sedih karena sekarang saya ada di rumah, bukan di Bali. Sedih karena saya sudah di fase pekerja, tidak lagi mahasiswa yang perlu atau bisa lembur dan haha-hihi atau mampir ke McD jam 3 pagi pasca belajar ngebut semalam dengan teman-teman di Surabaya. Sedih karena keponakan sedang berkumpul dengan adik-adiknya di lain kota, bukan sedang liburan ke kota saya. Sedih karena dinginnya Jepang tidak bisa saya gantikan dengan pekatnya panas di kota Pontianak.

Tapi, kalau terus berhenti di tangga ‘ingin mengulang kembali’, kok rasanya kurang bijak juga ya?

Apalagi kalau ingat kata-kata orang pintar yang bilang life must go on, atau yang berlalu biarlah berlalu, atau you can’t always hang on your past because your life is the present. 

Di akhir perenungan saya tadi pagi, sebenarnya yang paling pengen saya ulang adalah, apa lagi, kalau bukan kebersamaan bersama si Papa. Sayangnya, sama halnya dengan serbuan ke McD atau jejak kaki di Jepang, kesempatan bersama Papa juga nggak bisa diulang kembali berapapun pengennya saya. (Termasuk membuang jauh-jauh keinginan untuk ‘mengeluarkan’ Papa dari fotonya. Hehe.)

Kalau sudah begitu, lebih baik kita berdoa saja supaya diberikan memori dengan kapasitas tinggi supaya kenangan indah apapun bisa tersimpan rapi di ingatan, dan dimainkan ulang dengan jelas kapanpun kita inginkan.

Ya, seperti Mind Palace-nya Sherlock.

It’s never there, but you know it’s there. 

20130824_162248
Thanks for the invention of the camera that has kept all the memories within the pictures so well. 

Oh yah, menulis juga bermanfaat untuk buang kangen. =) 

 

4 Comments Add yours

  1. nyonyasepatu says:

    kalau mengingat2 yang udah lewat rasanya perlu juga sih asal jangan kebablasan hehe

    1. vinnydubidu says:

      Iya, Mba. Semua yang kebablasan itu memang sebaiknya dihindari. Hihi.

  2. rindifitria says:

    Sama kak. Pengen ngulang hal yang ga bakal bisa dirasain lagi, itu emang yang paling bikin nyesek :(

    1. vinnydubidu says:

      Betul, Fit. Makanya, sebelum nyesek, kita pikirin yang asik-asik aja dulu. =D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s