Galau Itu Pilihan

‘Cause the best way to survive is to (proudly) laugh it up (and loud) – Teppy. 

13 Februari bukan hari yang spesial kalau tidak banyak teman-teman di sekeliling yang meributkan kata ‘coklat, pacar, gebetan, hadiah, bunga, love, valentine’ dan sejenisnya

Tapi, H-1 Valentine tahun ini tiba-tiba jadi sangat ‘cih’ buat gue.
Let’s said that it’s because I am single and away from any kind of romance at the moment. Yes you heard me. =D

So, sebelum rasa ‘cih’ berkembang menjadi lebih negatif lagi, gue pun memilih untuk menghabiskannya di sini!

Semuanya berawal dari post salah satu teman gue yang jadi penyiar radio di Bali. Di tengah semua kesibukan orang-orang menyebarkan virus cinta, teman gue dan radionya ini datang dengan….

photo (5)

“Broken Heart Day”
(dengan ilustrasi perempuan (atau laki-laki), yang tampak frustasi, entah karena ditinggal pacar, ditolak gebetan, atau bertahun-tahun sendiri) 

Gue cukup tertarik dengan program berjudul “Hari Patah Hati” itu. Alasannya? Emang banyak sih yang jatuh cinta pas tanggal 14 Februari. Tapi, nggak sedikit juga kan yang justru lagi patah hati sepatah-patahnya di tanggal yang sama? Seperti…. lupakan. 

Nah, program Oz Radio Bali ini kemudian gue anggap sebagai penolong korban kejamnya prahara asmara.

Karena tertarik dengan temanya, tadi siang gue langsung streaming. Denger 2 lagu, gue langsung senyum-senyum geli. Bukan apa, lagu-lagunya serasa dinyanyiin buat gue gitu.

RASANYA.

Padahal, siapa yang tahu sih yang nulis lagi bikin lagunya buat siapa. Bisa aja buat adiknya, abangnya, tetangganya, asistennya, atau bukan untuk siapa-siapa. Cuma asal laku aja. Ya kan?

Setelah itu, gue pun berpikir lagi. Kadang kita emang sering dibodohi sama yang namanya galau. Contohnya ya lagu tadi. Kalau lagi galau, semua lagu rasanya ditujuin buat lo.

Misalnya…

CaptureDistance – Christina Perri

Kalau lagi galau, lirik di atas akan dimaknai.

Capture2Setelah itu, kita akan sedih, mata panas, hati deg-degan. Mau hari lagi panas dan gerah, perasaan bisa tiba-tiba mendung. Nggak enak ‘kan, begitu? Kalau gue sih, enggak. *curcol.

***
Sering tiba-tiba galau karena lagu akhirnya bikin gue kapok sekaligus sadar. 

Keputusan untuk galau itu sungguh dikendalikan oleh diri sendiri. Your mind controls what your heart feels. It always is. Kalau pikiran bilang ‘cuekin aja’, hati ya nurut. Kalau pikiran bilang ‘yuk sedih’, hati ya manut wae. 

Untuk itulah, khusus di tanggal 13 dan 14 Februari ini, gue tidak ingin bermuram durja karena si lima huruf tadi. Gue memilih untuk berbagi kegalauan gue yang (nggak) penting di sini, dan menertawakan kebodohan gue sendiri.

Lagian, hari ini Pontianak rame pol. Banyak atraksi barongsai dan naga dimana-mana. Ada juga acara Festival Cap Go Meh, alias hari ke-15 setelah tahun baru Cina. Gue pun sudah janjian dengan teman-teman untuk mampir di rumah hantu yang mudah-mudahan bikin takut, bukan bikin ketawa.

So, Happy Valentine.
It’s just another ordinary day, people named Valentine Day.
Just spend it like the other day, (single) people! 

Plus.

Kalau lagi waras, alias nggak galau, lagu si Perri tadi toh hanya akan berarti. 

Capture4

So, what’s the point of being galau?

Yuk salam damai sama 14 Februari.

Dear friends, parents, and everybody who’s reading this,
Happy Valentine.
Because no matter how hard you think your life is, you always have people who love you dearly. :) 

Make love, not war. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s