Balon warna-warni

Ada yang beda dengan Jalan Panjang tadi pagi. Di tengah kegeraman karena macet yang semakin menjadi dari arah rumah menjadi kantor, tiba-tiba jalan menjadi warna-warni. Sempet terkejut, akhirnya gue berhasil mendekati arah warna. Ternyata, datang dari sebuah sepeda yang membawa balon kartun warna-warni. :). Sepeda dikayuh seorang anak berkaus putih hitam yang sudah kusam. Karena menaiki jalan menanjak flyover, dia harus mengangkat badannya agar sepeda bisa berjalan.

Image
Kira-kira begitu jualan si anak tadi

Melihat paras anak itu dari kejauhan, gue langsung inget dengan acara sepedaan perdana gue 3 minggu lalu. Dari rumah gue mengayuh sepeda ke daerah Sudirman, untuk bertemu teman sekaligus menikmati car free day. Sama seperti anak penjual balon, salah satu rute jalan yang harus gue tempuh juga flyover Cideng.

Wah, masih teringat jelas capeknya menggowes pedal agar sepeda bisa beranjak naik. Belum lagi, gue-si-pengemudi-amatir belum mengerti dengan sistem ‘gigi’ di sepeda baru. Alhasil, waktu masih di permulaan flyover, nafas sudah empot-empotan. Nafas terengah-engah. Sempat gue berpikir ‘ini kenapa jalannya panjang beneer’. Serius. Capeknya ampun.

Tidak ingin melakukan kesalahan yang sama, perjalanan pulang pun gue tidak menggowes sepeda lagi. Atas saran si teman, gue MENDORONG si sepeda. Salah satu bapak yang juga bersepeda sempat menghampiri gue, lalu bertanya “kenapa, Dek?“. Dengan pede juga gue menjawab, “capek, Pak. Hehe“.  Si Bapak cuma tersenyum.

Benang merah cerita gue dan anak penjual balon memang terletak pada sepeda saja. Tapi bagaimana dia dan gue menghadapi jalanan flyover itu jelas jauh berbeda.

Si anak, mengayuh sepedanya yang menjadi tumpuan 20 balon warna-warni itu, dengan penuh semangat. Mungkin balon itu jualan ayahnya, agen, atau tetangga, siapa peduli. Yang penting, mungkin, pikirnya, hari ini datang 4 atau 5 pembeli yang membeli balonnya. Karena itu, dia harus semangat. Sementara gue? Sekelibat senyum langsung muncul saat membayangkan omelan gue di hari car free day itu. Sungguh malu. Sepertinya gue diingatkan lagi untuk ‘jangan sering mengeluh‘.

Image
“No excuses to not be happy with all the shit you own” – diambil dari link di gambar

Semoga banyak yang beli balon si adik tadi. Selamat hari Jumat! :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s