Have you ever

… think of waking up and being somebody else?

I do. Alot. Even when I’m still awake.

Kebiasaan ini dimulai sejak gue menonton video klip “Lucky”, Britney Spears, yang hits jaman SD dulu. Di video ini, ceritanya si Britney (lupa-lupa ingat ceritanya) itu superstar. Tentunya sebagai artis, dia sangat disorot. Bangun pagi aja udah ada kamera yang ngikutin terus sampai red carpet, sampai panggung.

“She is so lucky, but why does she cry.”

Itu salah satu lirik yang ditempelkan dengan adegan Britney yang ternyata tidak hepi-hepi amat meski jadi artis. Posisi yang oleh kita-kita somehow terlihat keren, karena they could get everything they want (in term of money), ternyata tidak segitu kerennya buat mereka yang menjalankan.

Singkat kata, begitu melihat video itu, gue pun jadi suka berkhayal apa yang terjadi kalau gue adalah BRITNEY SPEARS? Hoho.

Nah, kebiasaan mengkhayal ini nggak berlaku untuk orang beken aja. Yang nggak beken pun suka gue khayalin. Terjadinya enggak harus di mimpi. Di tengah-tengah bekerja pun otak gue bisa tiba-tiba berpikir tentang kehidupan gue as if gue adalah mereka, atau apa yang sedang orang ini lakukan di saat gue sedang mengetik tulisan kurang bermutu ini di depan komputer …

  1. Britney Spears
    Kaya’nya sih jam segini Britney masih tidur di kasurnya, yang mirip kasurnya Christina Aquilera itu loh. Abis itu, doi rencana jalan-jalan sama anaknya. Ceritanya, mau belanja bulanan.
  1. Agnes Monica
    Lah kalau yang ini, entah kenapa memang suka bikin kagum dan mata berbinar-binar. Nggak ada visual jelas tentang kalau gue jadi doi. Hampir mirip Britney, gue suka pula bayangin dia lagi ngapain di rumahnya.
  1. Satpam dekat rumah
    Bapak ini adalah suami dari Ibu Ana, yang ngebersihin rumah gue 2 kali sehari. Bapak satu ini tidak bisa melafalkan ucapan dengan baik. Tapi, setiap kali gue lewat ke gang sempit itu, bapak ini dengan sigap langsung mengibaskan tangannya supaya gue bisa menyelipkan mobil gue dengan aman. What if I have a life as him?  Masih akan sesemangat itukah gue menjaga portal gang? Hmm.
  1. Keponakan
    Di usianya yang baru menginjak 8 tahun, keponakan gue ini sudah ke luar negeri beberapa kali, bahkan ke Yurep. Hidupnya tentu jauhhhh lebih membahagiakan dibanding 8 tahun gue, yang demen makan bubur campur gula putih. :D
  1. News anchor
    Tidak ada yang spesifik. Tapi berhubung ini obsesi terpendam yang belum kesampaian, gue pun suka berandai-andai kalau one day gue hidup seperti mereka. Sudah pernah kutuliskan pula.
  1. Nyokap
    Dengan segala kelemah(lembut)annya, nyokap ini punya daya tahan psikis dan fisik yang tergolong kuat, dalam menghadapi berbagai problema keluarga. Kalau gue jadi beliau, hmm, mungkin tak akan jadi sekuatnya.

Pikiran itu cuma datang tak lebih dari 10 menit sih. Entah kenapa juga bisa terjadi hal seperti begitu.

Tapi, sejalan dengan kampanye selalu hidup positif, mungkin kebiasaan ini harus dilihat sebagai momen pengingat untuk mensyukuri diri kita sekarang. Termasuk berbagai hal aneh yang juga kita alami selama hidup, baik yang paling buruk, sampai yang paling baik.

Dari gue, satu yang bisa disyukuri, mungkin menjadi gue yang ‘berkesempatan’ keliling airport pake kursi roda. (I don’t know why, but I just still find it stupid, yet funny)

Soekarno Hatta, 31 Juni 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s