2 months, 2 days

here are the stories of my new job.

yeah, almost 2 months working, and 2 days camping, with the journos (nickname for journalist! ain’t it sounds cool?)

semua bermula dari 2 hari camping yang baru saja terjadi beberapa jam yang lalu tadi. bukan camping di bawah tenda. ini kemah modern. di villa daerah Ciawi. tempatnya, recommended untuk liburan santai dan cantik. ada kolam renang, water heater, udara segar, pemandangan pohon di mana-mana (ya iya di gunung, bukan di pantai).

banyak kegaguan baru yang gue alami pasca bekerja di ‘dunia’ yang ini usai 2 hari kemah.

pakaian

agak susah menyesuaikan pakaian untuk kerja di sini. seperti post gue sebelumnya, kalau ngantor, pakaian kebangsaan gue adalah HItam Dan Putih. No other choice.
nah, berhubung kemarin gue tergabung dalam jajaran media, gue pun sempat bingung terhadap jenis pakaian yang harus dibawa. akhirnya, untuk alasan kepraktisan dan keleluasaan bergerak, gue membawa pun mengenakan legging. dan ternyata, gue mendapat pelajaran bahwa :

“jeans adalah yang terbaik, apapun merknya”

dengan memakai jeans, tidak usah takut kalau tiba-tiba lo harus mengganti kaos pendek. berhubung definisi praktis yang ada di otak gue agak kurang sesuai dengan praktis ala journos, gue pun kebingungan saat diberi kaos dari sponsor yang, agak, pendek. akhirnya, gue sibuk menyembunyikan lipatan di depan belakang (u named it). -> fyi, sebelumnya gue sengaja pakai baju panjang untuk supaya sepadan dengan legging. beruntung juga gue membawa syal, sehingga bisa gue gunakan untuk menutup sebelah sini dan sebelah sana. fiuh.

tas. TAS. TAS.

ini yang paling penting! kenakan, jinjing, bawa, siapkan tas dengan daya tampung terbanyak namun berukuran terkecil. gimana caranya, hayo? gue juga belum nemu sih tas semacam itu. tapi, yang paling efektif yah so pasti tas ransel. tapi kan tetap mau tampil kece toh? jadi, pilihlah ransel yang kece. nah, masalahnya, susah nemu tas ransel yang kece, dan terjangkau (ini masalah utama sebenarnya. hehe).

2 hari camp mengajarkan gue banyak hal tentang TAS. mempertimbangkan perjalanan 2 hari 1 malam, gue pun menyiapkan bawaan paliiing minim *ala gue*. gue bawa handuk paling mini, selimut paling mini (eh tipis maksudnya), no jeans. gue juga bertahan untuk tidak keramas supaya nggak perlu bawa sampo + hairdryer + catokan. namun karena mengejar deadline tulisan, gue membawa laptop ukuran agak besar dan berat.

dan eng ing eng,

setelah bertemu dengan journos yang lain, gue adalah manusia dengan tas TERBESAR dan TERBERAT.

TEPUK TANGAN!

ada yang bawaannya sebesar shopping bag, ada yang seukuran kantong kresek kalau lo beli majalah Bazaar, ada yang hanya bahwa ransel ukuran mini yang kalau di gue, mungkin hanya muat buku, kotak pensil, kantong barang morat marit, dompet, handphone, tissue. gue sungguh bersukacita.

oke. berhenti dengan keluh kesah. cukup jadikan pelajaran saja.

sekarang, kita beralih kepada penemuan gue tentang kehidupan the journos.

sebelumnya gue mengira (mendengar juga) kalau kehidupan orang yang kerja di dunia ini sangat keras. saking kerasnya, tidak ada waktu untuk cinta, mencintai, dicintai, (atau bercinta). akibatnya, banyak yang kawin tua (lawannya kawin muda), gagal cinta, dan sejenisnya *miris*

tapi SAUDARA SEBANGSA dan SEKOTA!

ternyata itu SALAH! (paling tidak untuk journos yang gue temui dalam 2 hari itu)

berhubung eventnya khusus perempuan, journosnya pun semua perempuan-perempuan. tadinya gue mengira mereka semua perempuan muda (penilaian based on tampang). tapi ternyata gue salah, sesalah mereka menilai gue sebagai perempuan seusia mereka (which is, gue masih muda ya toh? hehe).

yah nggak tua setua umur nyokap gue juga sih. tapi permasalahan bukan pada umur. tapi pada status percintaan!

salah satu yang gue temui, berusia 23 tahun, baru menikah 1 bulan yang lalu. *tingtong*
salah dua yang gue temui, berusia 25 tahun, sudah menikah 2 tahun yang lalu, anaknya umur 1 tahun. *ingeng*
salah tiga yang gue temui, berusia 24 tahun, dan, akan menikah 1 BULAN LAGI. *owoooh*
salah empat dan nomor selanjutnya, gue melihat semua mbak-mbak journos seakan umur mereka mungkin hanya 3 atau 4 tahun di aTAS gue. tapi kenapa gue melihat wallpaper mereka semua berdampingan dengan anak usia 4-5 tahun? *salahkan wajah*

kemudian, pembicaraan lucu pun tercipta.

journos 25 : si 24 (yang mau kawin 1 bulan lagi) itu pacarnya bassist band somsan loh.
gue : serius, mbak?
journos 25 : iya. tadi gue liat di wallpapernya.
gue : ooh. wajar sih, cakep juga ya emang orangnya. (emang cakep. tampangnya kaya’ gadis2 sampul gitu)
journos 25 : iya. dia kerja di mana ya?
gue : di *kawanperempuan* mba.
journos 25 : oh, yah wajar sih kalau dia kerja di sana dapatnya anak band.
gue : hehe. lah emang ngaruh mba?
journos 25 :iya kayaknya. hehe. lah kalau elo kerja di mana?
gue : di *korannegara*, mba.
journos 25 : oh, kalau lo nggak mungkin dapat anak band.
gue : (mendadak panik) lah kenapa mba? (mulai menyalahkan tampang)
journos 25 : kalau lo di sana ya, dapatnya kalau nggak sesama wartawan, fotografer, atau pengusaha.
gue : (pikir – menimbang – berkhayal – dapat yang mana – pengen yang mana – anak band keren juga tapi kan) mba, suaminya wartawan juga?
journos 25 : iya. (mba ini kerja di koran seberang kampus gue. hayo tebak. haha)

sejak itu, teori journos 25 pun sedikit meresap di otak.

AKANKAH PROFESI MENENTUKAN JODOH?

AKANKAH KANTOR MENENTUKAN PASANGAN?


entah kenapa gue merasa gambar ini keren sekali - dok. acara kemarin

5 Comments Add yours

  1. saya manis manis tersenyum baca blog kamu. terimakasih ya :D bisa bikin saya geli lagi. hahahahaaaa

    seru banget! jadi pengen jejelin dunia kerja. hahahaa

    1. vinnydubidu says:

      Come home soon! Can’t wait for july! :)

  2. Davy Vy says:

    hwahahaha.. dodol ahh.. itu foto kenapa keren pula? g dr kmren jg pengen nulis macam gini, stres nyari ‘kostum’ dan… tas. hahahahha…
    spt kmren, sukses!
    *jabat tangan*

    btw : kecengan fotografer kayanya boleh juga. *cling cling*

    1. vinnydubidu says:

      Ada efek blur focus gitu loh, padahal pake kamera pocket. Jadi kaya’ keren. Haha.
      *Jabat tangan!*
      Antara fotografer, atau pengusaha sabi lah ya. Halah. Haha.

  3. Andy William says:

    cie jurnalis.. jadi kapan kita keliling cari tas? #eh #salahfokus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s