cerita dari yang bekerja

“Perkembangan ekonomi makro sekarang itu sudah berada pada titik yang sangat signifikan…”
“Indonesia VS Malaysia? Terang Malaysia yang menang. Wong TKI kita berbondong2 ke sana…”
“Bagaimana pendapat Bapak tentang pengeluaran travel advisory yang dikeluarkan PM Malaysia?…”

begitulah percakapan, pertanyaan, dan pernyataan, yang rajin mampir ke telinga gue 3 minggu belakangan ini. apa lagi kalau bukan karena gue sekarang magang di Metro TV. Yes! one of the leading news channel in our beloved country.

pertama-tama, hati ini rasanya nggak siap menerima kenyataan kalau AKHIRNYA gue bisa berkunjung di kantor ini, dalam rangka magang. keinget banget deh saat-saat gue harus interview Andini Effendi untuk kepentingan artikel majalah. pertama kali menginjakkan kaki di kantor Metro TV yang nun jauh naujubilah dari tempat gue, gue hampir sujud sembah, mengucap terima kasih karena gue bisa tiba di kantor ini. kantor yang gue idam-idamkan, gue mimpi-mimpikan, padahal waktu itu hanya dalam rangka interview. less than 2 hours! tapi, gue SENANG!

namun, ternyata nasib berkata lain. nasib mengijinkan gue mendapat kesempatan untuk mewujudkan apa yang gue idam-idamkan itu. dan tibalah harinya, gue MAGANG BENERAN di Kedoya.

gue bisa menginjak kantor, menggunakan komputer, melihat studio, mencicipi video, merasakan makanan, mengikuti produksi. gue ketemu berbagai varian mahasiswa dari berbagai lapisan universitas di Jakarta.
gue ketemu banyak orang penting, tokoh politik, di Indonesia. sebut saja (untuk dikenang) : Hattaradjasa, Fadel Muhammad, Marzuki Alie, Kwik Kian Gie (2 nama terakhir baru hari ini).
sungguh gue tidak bermaksud sombong. toh gue nggak punya wewenang untuk bercakap-cakap dengan mereka. tapi gue kagum dengan keahlian nama-nama tersebut memberikan jawaban di depan publik tentang setiap pertanyaan yang diberikan oleh wartawan senior Suryopratomo. cerdas!

pernah pada satu titik, sekitar 1 minggu yang lalu, gue tiba-tiba berpikir “ah gue cuma magang gitu loh. nggak usah dibangga-banggain deh”. istilahnya, ini temporer opportunity, which is bakal lenyap dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan lagi (mungkin). tapi, kemudian gue inget lagi dengan respon temen-temen tiap kali mereka tau gue magang di tempat ini.”wah, keren”, atau “gila, hebat banget kamu”, atau “kamu nongol di TV? kapan?”.
tiap kali mendapat respon itu, gue hanya senyum-senyum sederhana, tanpa bisa memungkiri gue juga senang dengan respon yang diberikan. harus diakui hal-hal itu cukup bikin gue semangat untuk menghadapi hari-hari di sana.

hey kawan, perjalanan Manggarai-Kedoya itu 2 jam loh!

gue harus turun naik busway 3 kali, plus 1 kali angkot (kalau nggak nyasar. kalau nyasar jadi 2 kali karena bolak balik),
plus 10000 langkah kaki terhitung dari kantor – jalanan – halte – jembatan – halte – kos (kalau nyasar lagi, yah silakan dikali 2),
dan gue juga butuh 2 minggu untuk bisa menghadapi rute yang sesungguhnya sesuai yang telah ditakdirkan oleh rambu lalu lintas, tanpa harus nyasar-nyasar bego.
you may say that CHALLENGES, OBSTACELS, ADVENTURE, or anything!
tapi itu adalah DERITA yang sangat indah buat gue, pada akhirnya.

gue belajar menikmat setiap jalan yang gue lewati, meringankan tapak kaki atas setiap meter jalan yang gue lalui, dan menghirup segala jenis bau yang gue hadapi dari angkot ke angkot.

and eventually, I LOVE IT!

I love every second I have right now at the office.
I love every second when I met a lot of so-kind people at the office.
I love every second I step my foot at the office.

semua sangat INDAH.
semoga akan terus INDAH.

diawali dengan INDAH.
berakhir dengan INDAH.
kembali berawal dengan INDAH (diterima kerja sebenar-benarnya di tempat ini!)


2 Comments Add yours

  1. selalu ada derita untuk hidup yang lebih maju
    sekarang nyasar-nyasar
    nanti bisa menikmati mobil berac tanpa bingung jalan
    sekarang belajar
    nanti menikmati hasil
    selamat berjuang!

  2. Davy Vy says:

    di perjalanan menuju JP tadi siang, gue baca “wawasan”-nya RR di prajna edisi bulan maret lalu, yg gue tangkep itu indah dan asem2 perjuangan berjalan bersamaan.. ga ada ceritanya merakit2 ke hulu, karena menurut yang gue baca di sana, kita akan terus dan terus berjuang.. dan senang gak hanya akan ada di ujung, tapi berjalan seiringan..
    si asem akan jadi manis, ketika perjuangannya kita senangi..
    baca tulisan ini, bikin gue yakin bahwa itu benar.
    dan gue menikmati perjalanan naek ancot gue kesana kemari :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s