harga sebuah kebenaran

berita mengejutkan hari ini datang dari Ramaditya, blind blogger yang pernah gue liput untuk tugas kelompok kampus.

Ramaditya adalah blind blogger pertama di Indonesia, yang terkenal karena menjadi composer musik games Nintendo. motivasi gue dan teman-teman waktu ngeliput dia dulu tentu karena ketertarikan kami dengan prestasi dia yang satu ini. seorang buta menjadi komposer musik? tentu sesuatu yang unik.

dengan mengangkat tema “Menembus Keterbatasan”, gue dan teman-teman merasa Rama adalah sosok yang pas untuk memberikan motivasi kepada anak muda, bahwa apapun keterbatasan yang dimiliki, kita harus tetap berjuang. jangan menyerah. mensyukuri semua karunia Tuhan. dan kita pasti bisa meraih apa yang kita mau.

tapi tadi pas di kantor, sambil browsing tugas, gue menemukan artikel di halaman depan, dengan judul “Ramaditya Melakukan Kebohongan Publik”. (http://tekno.kompas.com/read/2010/08/19/12010149/Ramaditya.Lakukan.Kebohongan.Publik)

Kompas - Kamis, 19 Agustus 2010

gue sih nggak shock-shock banget membaca berita itu. bukan berarti membacanya tanpa ada perasaan terkejut sedikitpun. gue memang berprinsip, nggak ada orang yang 100% baik di dunia ini. even Mother Teresa pun mungkin akan pernah melakukan kesalahan, sekecil apapun itu. bunuh semut, mungkin?

yang bikin gue bertanya-tanya adalah, kenapa dia melakukan hal itu? berdasarkan perkenalan kami selama sekitar 1 minggu, Rama adalah sosok yang sangat baik. welcome sekali menyambut teman-teman baru. soal motivasi? nggak perlu diragukan lagi. gue mengakui kalau dia adalah motivator handal. “Terus bersyukur kepada Tuhan”, adalah statement favorit gue dari dia. dia yang tidak bisa melihat aja bisa bersyukur, kenapa kita enggak?

terhadap kasus Rama ini, satu hal yang menjadi pertanyaan gue adalah, apakah ini salah satu cara Rama untuk mempertahankan hidup dengan kesulitan yang harus ia hadapi seumur hidup karena menjadi seorang tuna netra? dengan memperkenalkan kepada publik bahwa ia adalah seorang komposer, sudah jelas dia mendapat poin plus dibanding tuna netra yang lain. atau mungkin obsesi untuk bisa mewujudkan impiannya, menjadi seorang yang bisa menginspirasi sekian banyak orang di dunia yang mengalami kesulitan serupa dengannya?

kalau memang itu adalah alasan kedua, siapa yang berhak menyalahkan Rama? gue yakin banyak orang yang termotivasi dengan ‘kebohongan’ yang telah Rama ciptakan selama sekitar5 tahun belakangan ini. muncul banyak blind blogger setelah Rama karena merasa mereka juga punya kesempatan yang sama seperti manusia normal muncul. gue pernah mengecek FB Rama, dan melihat begitu banyak wall yang ditujukan kepadanya sebagai ungkapan terima kasih, karena mereka menjadi seorang yang ‘bangkit’ setelah mengikuti seminar bersama Rama.

terlahir menjadi manusia bukanlah sebuah hal mudah. lihatlah seberapa banyak problema yang harus dihadapi selama kita hidup. cowok stress nggak dapet cewek, cewek bingung ditinggal cowok, ayah bekerja siang malam mencari uang, ibu bertahan menghadapi anaknya yang nakal, dan masih banyak lagi. namun kekuatan manusia adalah, kita mampu dan mencoba untuk bisa menghadapi problema itu.

nggak sedikit juga sih orang yang kemudian nggak kuat menjalani hidupnya yang dirundung masalah silih berganti. munculah narkoba, free sex, pergaulan bebas, dan hal-hal negatif yang dianggap akan melepaskan kesulitan tersebut dari hidup kita. at least, untuk beberapa hari atau beberapa waktu. perkara masalahnya akan muncul lagi, itu urusan kesekian.

well, miris memang melihat betapa beratnya harga yang harus dibayar oleh kita yang terlahir sebagai manusia. konsekuensi atas kesalahan yang kita perbuat harus kita tanggung tidak peduli betapa banyaknya kebaikan yang telah kita lakukan sebelumnya. seakan-akan kebaikan kita lenyap seketika. yah seperti kata pepatah, ‘karena nila setitik, rusak susu sebelanga’. lihat saja banyaknya cerita mengenai public figure yang tiba-tiba dihujat masyarakat karena melakukan hal yang bertentangan dengan keinginan publik, saat mereka berusaha membahagiakan hidup mereka sendiri. see Krisdayanti.

menghujat memang perkara mudah. tapi ada baiknya kita mencoba melihat sisi lain dari apa yang telah diperbuat oleh orang yang bersangkutan. selalu ada alasan kuat atas perbuatan dengan resiko besar yang akhirnya kita ambil. apapun itu, gue yakin pasti itu dilakukan untuk satu alasan  mulia. entah untuk dirinya sendiri, ataupun untuk orang lain. ketika kita mengambil keputusan itu, maka kita pun telah bersiap untuk membayar harga atas apa yang telah kita ambil.

gue belum tau motivasi jelas atas perbuatan Rama. tapi apapun itu alasannya, keberaniannya untuk memberikan pengakuan atas apa yang diperbuat tentu sesuatu yang sangat harus dihargai. siapa dari kita yang berani mengakui kebohongan kita dengan kesadaran penuh bahwa kita akan mendapat hujatan sesudahnya? minimal dia telah melakukan hal yang kemudian membangkitkan banyak semangat anak muda.

gue baru baca kalau bukunya akan ditarik dari peredaran. sungguh berita yang miris. segitu beratkah akibat yang harus ia terima? terlalu mahal rasanya jika harga yang harus Rama bayar untuk pengakuan dia adalah hujatan dari masyarakat Indonesia.

dimanapun Rama berada, gue berdoa semoga dia dan keluarga bisa segera menghadapi masalah ini. apalagi ayah ibunya sepertinya adalah seorang yang sangat demokratis.

tidakkah kita lebih baik menghargai orang yang memilih untuk memberikan satu kejujuran, dibanding orang yang bertahan dengan sejuta kebohongan?

God bless, Rama.

7 Comments Add yours

  1. greiscya says:

    Mnurut gw sih qt jg gk berhak wat menghakimii dy sihh..it dh urusan dy n Tuhannya..yg gw salutt dy branii utk mengakui smwanya..:)

  2. “Behind every behaviour, there always be a reason”

    Di setiap sebuah tindakan, pasti selalu ada alasan.

    That’s why we shouldn’t judge a book by its cover.

    That’s my opinion..

  3. Davy Vy says:

    buat gue dia jadi lebih keren lagi ketika dia berani berbohong seheboh itu dan berani ngaku,
    ngaku itu perkara sulit! beda sama tertangkap basah!
    gue nonton waktu dia masuk kick andy, well.. dengan dia ngaku, dia tetep inspiring :)

  4. hanni says:

    Gw stuju abis n brpikiran sama kyk lu jg tadi pas lu kasi link nya..

    Well, tiap kputusan yang qt ambil pasti ada konsekuensi nya. Dia emang ud bnyk bgt me motivasi org (+ qt jg termotivasi kan?)..

    dan gw sangat suka statement trakhirmu vin
    “tidakkah kita lebih baik menghargai orang yang memilih untuk memberikan satu kejujuran, dibanding orang yang bertahan dengan sejuta kebohongan?”

    Ini kayak selembar kertas besar yang digambar satu bulatan kecil dgn spidol, orang akan cenderung melihat bulatan kecil itu (kesalahan) dibanding kertas putih (kebaikan) yg lebih besar itu..

    Thx for sharing n moga ini jd pembelajaran bwt kita..^^..

  5. jon says:

    Knp namanya disingkat jadi rama sih, gw bayanginnya geboy(anak telukgong), tau gak loe? Namanya kan jg rama, plus tukang tipu pula…Hahaha^^

    Hmmm..ga tau yah, gw ga kenal rama sang komposer buta, jd gw ga bisa nilai, tapi kayaknya gw lebih berpihak ke mereka yg menghujat…hehe

    Bukannya napa2..buat gw pribadi, membaca kronologis cerita dr berita di internet (baru check gw langsung, hehe), gw jd merasa kalo dy mengakui hal itu karena udh kepepet sebenarnya..bukan karena keberaniannya…coba kalo dari awal ga ada pihak yg menekan dy utk membuktikan bahwa dialah komposer asli games nintendo. Gw merasa dy ga bakal ngaku loh, buktinya dy udh diundang oleh beberapa seminar dan mengaku bahwa dialah komposernya…dia berani berbohong di dpn ratusan atau ribuan org yg hadir, membuktikan bahwa dy tuh tukang tipu sejati. Dia punya mental itu.

    Dan belakangan baru akhirnya dy mengaku, yah karena menurut gw, dy itu pintar, ga bodoh. Toh walopun di satu sisi seperti yg elu bilang dy menginspirasi banyak org pada awalnya, kebayang ga sih dampak dari org2 yg terinspirasi ketika tao bahwa mereka dibohongi. Sebagian dari mereka pasti jd sinis, apatis, kecewa, ga percaya ama org, berbagai perasaan akan berkecamuk di situ. Ngeri gw bayanginnya.

    Menurut gw Rama ga pikir panjang, lbh mikirin dirinya sendiri, sori to say yah, menurut gw dia ga bener2 peduli ama org-org tsb. Ekstrim yah, hehe..(This is just my opinion). Apapun alasan di balik kebohongan dy, gw merasa itu udh pasti salah. Mau inspirasi ga begini caranya, dy cuma pake cara mudah doank. Gw ga peduli dy tuna netra ato ga? Gw cuma merasa dy terlalu mengasihani diri dan menganggap remeh kekuatan “tuna netra” hingga dia bisa ambil jalan itu alias menipu.

    Tapi gw tetep setuju banget utk menghargai KEJUJURAN. Tapi entah kenapa utk kasus rama ini, gw merasa ga percaya ama dy lagi, apa karena dy udh bohong pada awalnya sehingga pada akhirnya apakah dy jujur ato ga? gw ga percaya…mksud gw…gw ga ntn kick andy, jd gw ga tao kyk apa acara tsb wktu mengupas Rama sbg bintang tamu, dan walopun bahwa sosok rama di situ masih membuat davy terinspirasi, itu wajar2 aja…

    Tapi yahhh….mungkin..mungkin ga sih…kalo dy berbohong lagi…dy kan disorot oleh TV, jutaan org menonton, maksud gw, apa perkataan dy bisa dipercaya, mungkin aja dy akting…iya ga? Apalagi org2 Indonesia tuh gampang bgt bersimpati ama hal2 yg kyk gini.

    Sori jika gw tidak terlalu setuju ama semua yg di sini yg berpihak ke Rama, tolong hargai kejujuran gw (yah elah, minta dikasihani juga gw, wkakaka).

    Gw ga akan menghujat Rama seperti yg lainnya, tapi gw juga ga akan menghujat org2 yg menghujat Rama. Mungkin mereka yg paling percaya dengan Rama dan yg paling tersakiti oleh kebohongan Rama.

  6. vinnydubidu says:

    thanks teman-teman untuk komentarnya. iya apapun keputusan yang diambil Rama, pasti sudah dipersiapkan untuk segala resikonya.
    pembelajaran buat kita adalah, cobalah untuk melakukan yang terbaik tanpa harus berbohong. kalau memang bisa jujur, kenapa harus bohong. ya kan? (kl mepet, urusan lain lagi). :)

  7. saya sempat merasakan bagaimana keadaan dimana “kita harus membayar mahal untuk sebuah kejujuran dan berjuang melawan apatis ketika kejujuran dibeberkan” hahahaaa
    jujur, waktu itu gue takut dan merasa terhakimi, tapi satu sisi ada keyakinan juga kenapa tindakan seperti itu harus diambil hehehe
    dan akhirnya menyadari betapa besarnya kekuatan sebuah
    “kepercayaan” dari orang yang kita sayangi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s